Produkmu Sering Muncul di Timeline, Yakin Sudah Nempel di Kepala Audiens?

0
15
Produkmu Sering Muncul di Timeline, Yakin Sudah Nempel di Kepala Audiens?

rumahukm.com Kita sering mengira awareness adalah pertanda brand sudah kuat. Padahal, orang bisa sangat familiar dengan sebuah brand tanpa pernah memasukkannya ke dalam pilihan ketika membeli.

Kevin Lane Keller menjelaskan pentingnya brand salience, yaitu seberapa mudah sebuah brand muncul dalam ingatan ketika konsumen berada dalam situasi tertentu. Byron Sharp juga memperkenalkan konsep mental availability. Sederhananya, brand perlu punya banyak “jalan masuk” ke kepala konsumen.

Karena itu, jangan hanya membuat konten supaya orang melihat brand kamu. Bangun juga asosiasi yang membuat mereka mengingat brand ketika sedang punya kebutuhan. Misalnya, “Lagi cari sepatu buat lari?”, “Lagi butuh skincare untuk kulit sensitif?”, atau “Lagi cari tempat ngopi sambil kerja?” Situasinya berbeda, dan di setiap situasi itu brand punya kesempatan untuk hadir.

Contohnya, sebuah coffee shop yang terus mengatakan “kopi kami enak” sebenarnya sedang membangun asosiasi yang sangat umum. Akan berbeda ketika brand secara konsisten hadir dalam konteks tertentu, seperti tempat ngopi sebelum kerja, meeting santai, atau ngopi sore setelah olahraga. Semakin banyak situasi relevan yang bisa dikaitkan dengan brand, semakin banyak pula pintu masuk menuju ingatan konsumen.

Pak Bi @subiakto sering mengingatkan bahwa brand hidup di benak manusia. Jadi pertanyaannya bukan lagi tentang seberapa sering kita posting, namun ketika orang membutuhkan kategori kita, apakah nama kita ikut muncul? Karena branding yang bekerja bukan sekedar membuat orang melihat kita, melainkan membuat kita punya tempat ketika mereka sedang membutuhkan.

Kalau kamu ingin memahami bagaimana membangun brand yang bukan cuma dikenal, tetapi diingat dan dipertimbangkan, pelajari detailnya di Kitab BBB karya Pak Bi. Sudah beli?

 

 

Penulis: Mayangwangi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here