Wapres Dukung UMKM Dapat Pelatihan AI untuk Tingkatkan Kapasitas dan Daya Saing

0
126
Wapres Dukung UMKM Dapat Pelatihan AI untuk Tingkatkan Kapasitas dan Daya Saing

JAKARTA, investor.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendukung para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapatkan pelatihan artificial intelligence (AI). Menurutnya, Pelatihan tersebut dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di kawasan Asia Tenggara.

Wapres Gibran menyampaikan hal itu saat menerima audiensi ASEAN Foundation di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (25/02/2026).

Delegasi ASEAN Foundation memaparkan program AIM ASEAN, dan Indonesia menjadi salah satu fokus utama pelaksanaan program tersebut, mengingat kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional besar.

Legal Coordinator and Project Manager AIM ASEAN, Eci Ernawati menjelaskan, di Indonesia program ini dijalankan bersama mitra lokal, termasuk KUMPUL Impact dan Kaizen Room.

“Beliau menyampaikan bahwa untuk kegiatan pelatihan AI, khususnya UMKM, di seluruh Indonesia, beliau akan mendukung, baik mungkin secara aksesnya kepada UMKM, kemudian juga secara tempatnya, dan kita akan support juga dari hal knowledge-nya. Jadi, memang kita mengharapkan ada kolaborasi dengan pemerintah dan Bapak Wakil Presiden sangat mendukung itu,” kata Eci.

Ia mengatakan dukungan tersebut menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha kecil agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Pelatihan AI dinilai tidak hanya membantu UMKM dalam meningkatkan efisiensi usaha, juga membuka peluang inovasi produk, pemasaran berbasis data, hingga perluasan akses pasar.

Selain AIM ASEAN, dalam audiensi tersebut juga dipaparkan AI Ready ASEAN Program yang menyasar 5,5 juta individu di seluruh negara ASEAN, termasuk guru, pemuda, dan orang tua. Program ini dirancang dengan pendekatan inklusif, dengan perhatian khusus kepada kelompok rentan.

Project Manager AI Ready ASEAN, Diera Gala Paksi, menyampaikan bahwa program tersebut mendapat respons positif dari Wapres karena sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia nasional.

“Bapak Wakil Presiden cukup antusias dengan adanya program ini, apalagi ini juga sejalan dengan Asta Cita pemerintah, khususnya pemberdayaan sumber daya manusia, dan juga memberikan dukungan yang cukup baik untuk implementasi program ini, baik itu dari segi infrastruktur dan lain-lain, terutama dari sisi inklusivitas, di mana kita juga menjangkau beberapa di antaranya semacam santri, terus daerah remote areas, dan juga kaum-kaum marginal lainnya,” ujarnya.

Khusus untuk UMKM, Diera menegaskan pentingnya keberlanjutan program melalui dukungan kebijakan dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan mitra pelaksana.

“Kami sangat berterima kasih banyak atas dukungan dari Bapak Wakil Presiden dan juga kami cukup terbantu. Tentu ini juga sejalan dengan program AI Ready ASEAN, di mana kita tidak hanya fokus ke grassroot level, tapi bagaimana membuat program ini lebih sustain lagi dengan dukungan dari pemerintah, tentunya dari sisi kebijakan dan juga dukungan lain,” ucapnya.

Melalui penguatan literasi dan pelatihan AI yang menyasar masyarakat umum maupun pelaku usaha, diharapkan Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga mampu membangun kedaulatan digital berbasis kapasitas sumber daya manusia yang unggul.

“Kami berharap dengan adanya pelatihan AI, baik itu untuk masyarakat umum maupun UMKM, ini bisa membantu bagaimana Indonesia bisa daulat secara digital, dan kita juga melatih lebih banyak grassroot, baik itu masyarakatnya maupun UMKM-nya,” sambung Eci.

Yang hadir dalam pertemuan tersebut tim dari KUMPUL Impact, yakni Meisha Marsella Efendi selaku Partnership Lead and Senior Program Strategist dan Marcellinus Oliver selaku Project Management Officer.

 

Editor: Maswin

 

Sumber: investor.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here