JAKARTA. investor.id – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memprediksi momentum Lebaran 2026 akan menjadi katalis besar bagi pertumbuhan ekonomi rakyat. Omzet pelaku UMKM diperkirakan mampu melesat hingga empat kali lipat dibandingkan hari biasa, didorong oleh masifnya pergerakan pemudik di seluruh Indonesia.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menjelaskan bahwa rata-rata pendapatan harian pelaku usaha yang biasanya berada di angka Rp 1 juta, berpotensi melonjak hingga Rp 4 juta per hari selama masa puncak Idulfitri.
“Dengan data yang sedemikian besar dari calon konsumen dan pendatang, wajib dimanfaatkan oleh UMKM, terutama yang ada di infrastruktur publik, tempat pariwisata, maupun pusat perbelanjaan di kota tujuan besar,” ujar Temmy dalam temu media di Jakarta, seperti dikutip dari Antara pada Selasa (10/3/2026).
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, meskipun jumlah pemudik tahun 2026 diproyeksikan sedikit melandai (sekitar 144 juta orang), estimasi perputaran uang tetap fantastis, yakni mencapai Rp 175–190 triliun. Mendukung hal tersebut, Bank Indonesia juga telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 185 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat.
Kementerian UMKM memetakan sektor fesyen serta makanan dan minuman (F&B) tetap menjadi primadona konsumsi selama lebaran. Tingginya penggunaan kendaraan pribadi yang diprediksi mencapai 76,2 juta orang juga menjadikan rest area sebagai titik paling strategis bagi pemasaran produk UMKM lokal.
Pemerintah terus memperkuat akses pasar UMKM melalui penegakan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021. Aturan ini mewajibkan setiap pengelola infrastruktur publik—mulai dari bandara hingga rest area jalan tol—untuk mengalokasikan minimal 30% area komersialnya bagi pelaku UMKM.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan musiman, tetapi juga memperkuat daya saing produk lokal di pusat-pusat keramaian nasional secara berkelanjutan.
Editor: Prisma Ardianto
Sumber: investor.id


























