Lebaran Berpotensi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

0
105
image freepik
rumahukm.com Berdasarkan proyeksi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan hasil survei bersama Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pemudik pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Jumlah pemudik tahun ini setara dengan lebih dari 50 persen populasi Indonesia yang melakukan mobilisasi dalam waktu bersamaan.
Tingginya jumlah pemudik ini berpotensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Menurut catatan Kompas.id, setiap yang yang dibelanjakan pemudik di daerah akan memiliki efek pengganda sebesar 1,6 hingga 1,8 kali dari uang yang dibelanjakan. Artinya, setiap Rp 1 triliun uang yang masuk ke daerah dapat mencipatakan output ekonomi hingga Rp 1,6 triliun-Rp 1,8 triliun bagi masyarakat daerah.
Perputaran uang tersebut tidak hanya berhenti di satu pedagang, melainkan terus mengalir ke pemasok bahan baku lokal, jasa transportasi, hingga tenaga kerja musiman di daerah. Ini tentu sangat menguntungkan perekonomian daerah.
Apalagi, menurut hitungan CORE Indonesia, perputaran uang yang terjadi pada periode Ramadan dan Idulfitri 2026 akan mencapai Rp 190 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi perputaran uang di tahun lalu yang mencapai Rp 160 triliun.
Uang ini akan berputar di berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, pakaian, transportasi, akomodasi, hingga pariwisata daerah. Pelaku UMKM dan kuliner biasanya mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 50-70 persen selama periode hari raya. Sementara, tingkat okupansi hotel, vila dan penginapan sering kali melonjak hingga 80-90 persen.
Sumber: umkm.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here