Covid-19, PEN & UKM.
Covid-19, PEN & UKM. Gambar : Freepik

Menjelang Juni 2020 berdasarkan data dari sejumlah lembaga dan Kementerian UMKM, sekitar 47% usaha mikro, kecil dan menengah terpaksa gulung tikar akibat terdampak pandemi covid-19.

Ekonomi melemah yang berdampak terhadap menurunnya permintaan pasar terhadap produk-produk UKM serta berdampak terhadap sistem distribusi. Memasuki bulan kelima menghadapi pandemi Covid-19 ini, UKM masih menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah, selain upaya dalam penanganan penyebaran virus yang belum diketahui kapan akan melandai.Seperti kita ketahui bersama, UKM memiliki peran sangat penting dalam roda perekonomian di sebuah negara.

Oleh karena itu, kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang telah ditingkatkan menjadi lebih dari 600 triliun, salah satu sektor yang disasar adalah pelaku UKM.Saat pandemi Covid-19 mulai masuk ke Indonesia, cukup banyak pelaku UKM yang langsung beradaptasi dan melakukan pivot dalam berbisnis, seperti menjual masker dan hand sanitizer.
Hingga hari ini, banyak pelaku UKM yang tidak takluk dengan keadaan, memilih untuk survive dan pelan-pelan beradaptasi dengan kondisi seperti sekarang ini lalu berfokus pada kebutuhan konsumen di era #newnormal.
Teori Maslow
Hierarki Kebutuhan Maslow. Gambar : Brand Adventure Indonesia
Menariknya, jika kita melihat teori maslow mengenai kebutuhan manusia. Maka selama pandemi ini hampir semua orang #backtobasic dalam memenuhi kebutuhan hidup yakni berupa sandang, pangan dan papan (berupa fisik) dan kebutuhan akan rasa aman.
Lantas, sebagai pelaku UKM. Apa yang bisa kita lakukan?

Pertama, tetap jaga Brand anda.

Brand adalah trust. Maka, disaat kondisi sedang tidak stabil dan penuh ketidakpastian seperti ini, anda harus tetap konsisten menjaga brand anda, baik brand anda berupa produk, layanan, maupun personal.

Sembari menerapkan metode survival, sebisa mungkin anda juga melakukan inovasi sesuai perubahan preferensi serta perilaku konsumen terkini. Hal ini sangat penting, selain konsumen menuntut mendapatkan jaminan rasa aman dari penyebaran Covid-19, pelan-pelan tapi pasti perilaku konsumen mulai bergeser dari sebelumnya.

Kedua, jika memungkinkan berikan jaminan pengiriman di hari yg sama (one day delivery).

Ini menjadi tantangan bagi para pelaku UKM selama masa pandemi berlangsung, karena jaminan serba cepat dalam mendapatkan produk maupun layanan tetap menjadi salah satu pertimbangan konsumen.

Ketiga, jaga hubungan dengan pembeli, terlebih lagi dengan pelanggan.

Di era yang serba digital, membangun hubungan dengan calon pembeli hingga menjadi pelanggan juga sudah bergeser menggunakan platform digital Customer Relationship Management (CRM).

Customer Relationship Management
Customer Relationship Management. Gambar : Freepik

Menjaga hubungan dengan pelanggan bisa dimulai dengan membuat list building secara sederhana akan tetapi terstruktur, sehingga anda dapat melakukan follow up lebih lanjut kepada pembeli anda maupun pelanggan anda. Tidak ada salahnya jika anda mulai mencoba menggunakan platform CRM seperti hashmicro, barantum, hingga Nimble, Salesforce, HubSpot CRM, dll.

Keempat, perdalam tentang cashflow agar lebih cermat dalam penggunaan.

Saat ini cash is king, sehingga anda harus mengatur cashflow anda secara bijak. Menariknya, anda bisa memilih satu dari sekian aplikasi cashflow yang tersedia seperti Akuntansi UKM, waveapps, hingga slickpie untuk membantu mengatur cashflow bisnis anda.

Siap tidak siap, kita dipaksa untuk lebih cepat memasuki era digital. Mempelajari pemasaran digital, membangun trust lewat platform digital hingga pertimbangan masuk ke dalam market place adalah bagian yang harus dilakukan agar bisnis kita tetap bertahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here