11 BUMN dan Anak Usaha Teken Kerja Sama dengan Petani hingga UMKM

0
353

rumahukm.com Kementerian BUMN memperkuat posisinya dalam menggandeng UMKM dalam proses bisnisnya. Ini tercermin dari adanya 11 BUMN dan anak usaha BUMN yang sepakat menjalin kerja sama dengan UMKM hingga petani.

Kesepakatan kerja sama dilakukan disela-sela acara Inabuyer B2B2G Expo 2023 yang mempertemukan antara pelaku usaha sebagai suplier dan juga buyer (pembeli). Utamanya, antara perusahaan besar, BUMN, hingga deretan UMKM dari berbagai daerah.

Staf Ahli bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto Srinaita Ginting mengungkapkan ada sejumlah BUMN dan anak usahanya yang terlibat langsung. Pada acara ini sendiri, ada 23 BUMN yang terlibat langsung.

Kerja sama yang disebut Loto mengacu pada adanya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS). Perusahaan pelat merah dari sektor pangan hingga telekomunikasi ikut terlibat didalamnya.

“Ada PTPN, RNI, Perindo, Sang Hyang Seri, Telkom, Telkomsel, dan Perumnas (yang tandatangan kerja sama). Semoga dalam tiga hari ke depan nanti akan tercipta komitmen atau kontrak baru lainnya antara BUMN dengan UMKM,” ujarnya dalam Inabuyer B2B2G Expo 2023 di Smesco Indonesia, Jakarta, Rabu (5/7/2023).

Loto menegaskan kolaborasi Kementerian BUMN dan Kementerian Koperasi dan UKM diwujudkan untuk memperkuat program pengembangan kewirausahaan nasional. Harapannya, terjadi peningkatan jumlah wirausaha baru yang telah siap dari sisi legalitas dan menyediakan produk berkualitas secara kontinyu.

“Harapan kami forum ini bisa memberikan efek berganda bagi kemajuan ekonomi Indonesia dan kita bersama-sama bangga membeli, menggunakan, dan mempromosikan produk-produk unggulan UMKM Indonesia,” harapnya.

Rincian Kerja Sama

Rincian komitmen kerja sama itu diantaranya, Perum Perumnas dan CV Natuna Cemerlang tentang suplier dan aplicator. Lalu, Perikanan Indonesia (Perindo) dengan Perkumpulan Pengolahan Ikan Pindang terkait Kerjasama Perdagangan Ikan.

Kemudian, Perindo juga meneken MoU dengan Koperasi Konsumen Nelayan Berdaulat Ciwaru terkait kerjasama perdagangan ikan.

Selanjutnya, Sang Hyang Seri dengan CV Bintang Tani Abadi terkait Perjanjian Jual Beli Benih Tanaman Pangan untuk Penjualan Free Market senilai Rp 1,2 miliar.

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) atau ID Food dengan Bapak H Kasbari (petani tebu) terkait Pengadaan Bahan Baku Tebu. Serta, RNI PTPG Rajawali 2 dengan Bapak Sati (Petani Tebu) terkait Pengadaan Bahan Baku Tebu.

Sektor Perkebunan dan Telekomunikasi

Selanjutnya, beberapa lainnya meneken kontrak kerja sama. Seperti, PT Perkebunan Nusantara III (PTPN) dengan Koperasi Karyawan Jasa Nusa Tiga terkait kerjasama Jasa Sewa Unit Kendaraan Dinas.

PTPN IV dengann Maligo Mas Utama terkait Pekerjaan Jasa Sewa Alat Berat Backhoe Load Kebun Pabatu. Lalu, PTPN V dengan Koperasi Rumbio Jaya Steel terkait Pengadaan Alat Panen Kelapa Sawit.

Ada pula, PT Telkom Indonesia dengan Jagad Prima Mandiri tentang Konsultasi Penguatan dan Align Manajemen Risiko. Kemudian, Telkomsel dengan CV Multigraph Digital terkait Kontrak Payung Produksi Posmat dan Vinyl Digital Regional Jabodetabek.

Selanjutnya, Telkomsel dengan PT Tri Asri Desindotama terkait branding Rejuvenation 191 Plasa Telkom Area I. Kemudian, PT Telkom Akses dengan PT Arsaka Risky Syidadan terkait Pengadaan Aksesoris Tiang Telepon Besi.

Permintaan Menkop Teten

Diberitakan sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi langkah BUMN yang terlibat dalam menyerap produk dari UMKM. Namun, dia meminta untuk lebih banyak lagi perusahaan pelat merah yang terlibat.

Menurut catatannya, pada acara Inabuyer B2B2G Expo 2023, ada sekitar 23 BUMN yang ikut berpartisipasi sebagai offtaker dari produk UMKM. Sementara itu, melihat jumlah anak, cucu, hingga cicit BUMN yang berjumlah ratusan, kata dia, perlu ada upaya mendorong lebih banyak lagi yang terlibat.

“Terima kasih bu Loto (Staf Ahli bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN), sampaikan ke pak Erick kalau 23 BUMN yang sudah jadi bagian offtsker UMKM, masih kecil, kalau BUMN kan ada berapa tuh? 700 ya kalau gak salah.Nah jadi harus semakin banyak,” pintanya dalam pembukaan Inabuyer B2B2G Expo 2023 di Smesco Indonesia, Jakarta, Rabu (5/7/2023).

Dia berharap keterlibatan BUMN bisa menggenjot kemampuan dari UMKM kedepannya. Sebagai contoh, ada Sarinah yang disulap oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk menjadi etalase dari produk UMKM dan produk lokal.

Atas langkah itu, Menkop Teten mengaku mendapat apresiasi kalau produk yang dijajakan di Sarinah memiliki kualitas yang bagus.

“Dengan Sarinah aja yang produknya UMKM, sekarang itu ke daerah seperti, waduh saya mendapat apresiasi bu, ternyata produk UMKM bagus katanya yang di Sarinah itu. Jadi memang ini membanggakan dan itu punya pengaruh terhadap behaviour konsumen kita,” tuturnya.

“Behaviour konsumen kita itu kan biasanya kalau sudah masuk ke mal, kalau apalagi kalau datang dari luar itu kan mau beli jadi kita mau makin banyak UMKM kita yang masuk rantai pasok industri,” sambung Menkop Teten.

Sumber: liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here