JAKARTA – Saat ini negara-negara di Asia masih menerapkan tarif barrier untuk bea masuk. Hal tersebut membuat harga-harga barang mahal dan tidak menguntungkan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).
Menteri Perdagangan dan Industri Malaysia Mustafa Mohamed mengatakan, dengan tingginya tarif ini maka akan membuat UKM tidak dapat go international. Dia mencontohkan, salah satu UKM yang diminati adalah suvenir pernikahan.
“Anda ingin mengadakan pernikahan, dan Anda ingin membeli suvenir, katakanlah yang menjual di Bandung, dan Anda di Malaysia maka harganya bisa meningkat empat sampai lima kali lipat lebih mahal ketika barang tersebut tiba di Malaysia,” kata dia dalam World Economic Forum di Hotel Shangri-la, Jakarta, Selasa (21/4/2015).
Oleh karena itu, kata dia, jika memang hambatan tarif tersebut dihilangkan maka akan sangat menguntungkan bagi UKM tersebut. “Jika sudah ada MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN/pasar bebas) itu tidak ada barrier, zero pajak, maka semua akan masuk ke kantong para UKM,” tuturnya.
Karena itu, dia meminta para pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan memberikan penyuluhan bagi para UKM tersebut. Dengan demikian, para UKM tidak lagi takut untuk menghadapi pasar bebas ASEAN.
“Jadi, tugas kita untuk memberitahukan itu kepada para UKM. Saya tidak mengatakan tidak ada tantangan, tantangan tetap ada. Tapi, kita harus beri tahukan juga keuntungannya yang besar,” tukas dia.
Sumber: Okezone.com

























