KANALSATU – Memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, Usaha Kecil Menengah (UKM) menghadapi tantangan yang tidak mudah. Beberapa sektor usaha disebut memiliki peluang lebih besar saat memasuki pasar bebas ASEAN nanti.
“Yang potensial diantaranya adalah sektor yang berbasis sumber daya lokal daripada konten impor, dimana konten lokal ini akan jauh lebih siap hadapi gempuran produk luar,” kata Ketua Umum Forda UKM Jawa Timur, Nur Cahyudi, di Surabaya, Jumat (6/3/15).
Nur Cahyudi menjelaskan misalnya saja usaha keramik, marmer, pertanian, perikanan, barang galian, tambang dan barang hasil hutan. Sementara yang tergolong belum siap utamanya yang bersifat semi industri. “Untuk ini perlu peningkatan mekanisasi. Di Indonesia rata-rata menggunakan mesin semi mekanisasi,” jelasnya. Sistem kerja juga harus diperbarui sehingga menghasilkan produk yang bisa bersaing baik secara kualitas maupun kuantitas.
Ia menekankan, yang memiliki peluang adalah yang bisa diferensiasi produk, memiliki ciri khas, kualitas yang sama dengan negara-negara lain. “Kalau yang dihasilkan di bawah standar, akan kalah bersaing. Dari sisi harga, bagaimana melihat, mengkalkulasi biaya-biaya yang seharusnya layak dibandingkan dgn negara lain,” tuturnya.
Nur Cahyudi menegaskan, MEA bukan sesuatu yang harus dihindari karena sudah menjadi tuntutan. “Tergantung pengusaha melihatnya optimistis atau pesimistis. Dunia usaha dituntut untuk beradaptasi.
Bahkan MEA bisa menjadi peluang untuk merebut pasar lebih luas dengan sekitar 600 juta penduduk ASEAN. Indonesia sendiri berpenduduk 250 juta jiwa sehingga bisa dikatakan, pengusaha Indonesia sudah menguasai sepertiga pasar ASEAN.
“Ini harusnya bisa menjadi peluang bagi UKM untuk meningkatkan kemampuan meningkatkan penetrasi di kawasan ASEAN,” ujar pria yang sudah 15 tahun mendampingi UKM ini.
Menurutnya, strategi yang bisa dilakukan adalah dengan memproduksi barang-barang yang mungkin belum diproduksi negara lain. Setelah itu, perlu dilakukan peningkatan dari segi desain. “Mau tidak mau juga harus mengikuti life style masyarakat sekarang,” ujarnya.
Forda UKM juga memberikan dukungan kepada anggotanya di bidang manajemen bekerjasama dengan universitas. Di bidang teknologi, kerjasama dilakukan menggandeng Microsoft Indonesia untuk pemanfaatan IT yang aplikatif guna mendorong usaha UKM. Pengusaha juga dibantu mengenal pasar.
Sumber: kanalsatu.com
























