Tanam Makananmu Sendiri

0
1022

dsc_0246

Beberapa tahun belakangan ini, tren hidup sehat semakin menjamur.  Semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya menjaga pola makan yang seimbang dan bernutrisi tinggi seperti sayuran dan buah-buahan. Bahkan sudah banyak layanan jasa catering khusus untuk makanan sehat. Sayangnya, untuk menjaga agar tetap terlihat bagus ketika dibeli, sayuran dan buah-buahan ini seringkali disemprot pestisida secara berlebihan. Petani melakukan hal demikian karena pasar atau supermarket di kota-kota besar menolak untuk mendistribusikan hasil panen yang tidak terlihat mulus. Akhirnya, kita sebagai konsumen menganggap semakin mengkilap hasil panennya, semakin terlihat segar. Secara tidak sadar, pestisida akan masuk ke tubuh kita dalam jumlah yang berlebihan dan tentunya tidak baik untuk kesehatan dalam jangka waktu panjang.

Kini, banyak perusahaan yang melabeli produk panennya sebagai organik atau ditanam tanpa menggunakan pestisida yang membahayakan kesehatan, namun bisa saja label tersebut hanyalah gimmick marketing. Cara terakhir yang sudah pasti aman adalah menanam sendiri sayuran maupun buah-buahan. Nah, bagi masyarakat perkotaan, kesibukan dan lahan yang sempit adalah halangan utama untuk berkebun. Padahal berkebun bisa menjadi aktivitas baru yang bermanfaat, lho. Untuk konteks masyarakat kota, berkebun lebih dikenal dengan sebutan urban farming. Konsep urban farming sendiri adalah memanfaatkan lahan tidur di perkotaan yang dikonversi menjadi lahan pertanian produktif hijau yang dilakukan oleh masyarakat dan komunitas sehingga dapat memberikan manfaat bagi mereka.

Berkebun ternyata bermanfaat untuk kesehatan mental. Apabila stres dibiarkan, kualitas hidup pun akan menurun. Sebuah riset psikologi membuktikan bahwa menyentuh tumbuhan dapat mengurangi emosi negatif seperti stress dan rasa marah. Selain itu, nuansa warna hijau dari alam secara visual maupun rangsangan dapat meningkatkan kerja otak. Selain itu, aktivitas berkebun dapat mempererat kebersamaan dengan keluarga maupun teman-teman apabila dilakukan secara rutin.

Urban farming tidak membutuhkan pekarangan rumah yang luas, kok! Justru hal ini akan memicu kreativitas Anda. Misalnya, menanam seledri dan tomat didalam tabung air atau pipa paralon. Sayuran seperti bayam, kangkung, caisim, cabe, kangkung atau bayam dapat ditanam dalam wadah bambu, gayung, dan batok kelapa.  Atau, tanaman maupun bunga-bungaan bisa ditanam secara vertikal di dinding rumah Anda.

Tidak hanya membuat pekarangan rumah terlihat lebih hijau, Anda juga bisa menambah penghasilan apabila hasil kebun dijual. Perasaan yang Anda dapatkan saat memasak hasil panen sendiri untuk dimakan bersama-sama tentu tak ternilai harganya, dan rasanya lebih nikmat. Mengapa demikian? Karena hasil panen yang dipetik ketika sedang subur-suburnya memiliki rasa dan kualitas yang masih terjaga dibandingkan dengan sayuran maupun buah-buahan yang kita beli di supermarket. Hasil panen yang ada disana dikirim ketika masih belum sepenuhnya matang.

Sumber:
http://wanitawirausaha.femina.co.id/WebForm/contentDetail.aspx?MC=003&SMC=002&AR=36
http://msue.anr.msu.edu/news/7_benefits_of_eating_local_foods

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here