Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah akan mulai sosialisasikan rencana penggabungan paket-paket konstruksi bernilai kecil pada pertengahan tahun ini agar dapat direalisasikan pada proyek pada tahun anggaran 2016.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintah akan tetap mengupayakan penggabungan paket-paket konstruksi sehingga nilainya lebih besar dan jumlahnya menjadi lebih kecil.
Basuki mengatakan, tujuan dari strategi penggabungan ini adalah agar para pelaku usaha konstruksi, khususnya yang berkualifikasi kecil, dapat memiliki kelonggaran fiskal dalam proyek yang ditangani sehingga mempunyai kesempatan lebih besar untuk ekspansi usaha.
“Mereka sekarang membangun jalan dengan Rp5 miliar atau Rp7 miliar. Bisa saja mereka selesaikan, tapi keuntungannya pasti kecil dan tidak cukup untuk investasi alat berat atau pengembangan usaha. Jadi kita ingin tawarkan proyek yang lebih besar untuk mereka supaya bisa berkembang,” katanya seperti dikutip Bisnis.com, Minggu (8/3/2015).
Sebelumnya, awal tahun ini pemerintah telah berencana untuk menggabungkan beberapa paket proyek konstruksi kecil untuk tahun anggaran 2015. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari kalangan pengusaha konstruksi kecil dan menengah.
“Mungkin karena terlalu cepat, jadi para pelaku usaha juga belum siap,” katanya.
Untuk itu, menurutnya pemerintah akan berupaya melakukan sosialisasi rencana strategis pemerintah mulai pertengahan tahun ini agar para pelaku usaha konstruksi dapat lebih siap menerima kebijakan tersebut di tahun mendatang.
Pemerintah juga telah berencana untuk membatasi keterlibatan BUMN menggarap proyek yang nilainya di bawah Rp50 miliar. Dengan demikian, meskipun nilai proyek diperbesar, peluang bagi kontraktor kecil tetap terbuka.
“Yang sudah disepakati bersama Gapensi itu Rp30 miliar, tapi kita rencanakan untuk tingkatkan supaya peluang bagi yang kecil lebih besar,” katanya.
Sumber: Bisnis.com
























