Berawal dari hanya sekadar mengantarkan hasil usaha milik orang lain, akhirnya Suami istri ini sukses mengantarkan keluarganya menjadi seorang pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM).
Dedi Irawan dan Elvi Marlina, warga Lorong Cendana, Kelurahan Solok Sipin ini merupakan satu dari IKM yang sukses. Keluarga ini memegang merek “Moza Snack”
Hasil produksi Moza Snack ini terbagi beberapa macam, diantaranya kerupuk kulit berasa, rempeyek udang teri, rempeyek tempe dan berbagai macam jenis makanan lainnya.
Kepada Tribunjambi.com, Elvi dan suami yang ditemui di kediamannya kompak menyebut bahwa usahanya dimulai pada tahun 2011 silam.
Saat itu ia dipercaya dan mendapatkan modal pinjaman uang dari Telkom Jambi. Jumlahnya lumayan, sekitar Rp 32 juta. Uang untuk modal itu sebagian digunakan untuk membeli segala kebutuhan untuk membuka usahanya.
Awalnya, usahanya itu hanya kerupuk kulit “kerbau dan sapi”. Namun lama kelamaan, ia mulai memproduksi makanan lain.
Ceritanya, dia tertarik untuk memproduksi kerupuk kulit berbumbu, ini karena waktu itu usaha produk ini sangat diminati di Jambi tetapi pengusaha yang memproduksinya relatif sedikit.
Pertama, ia mengalami kesulitan untuk memproduksi kerupuk kulit ini, sebab tidak ada guru khusus untuk mengajarkannya, namun lama kelamaan dan berkat perkembangan teknologi (browsing di internet) akhirnya ia berhasil memproduksi kerupuk kulit yang rupanya banyak diminati orang.
Sejak memulai usahanya, Ia dibantu oleh delapan orang karyawan, dalam seminggu produksinya mencapai empat ribu bungkus kerupuk kulit berbumbu.
“Alhamdulillah, kalau untuk satu minggu kita bisa produksi 4000 bungkus. Satu bungkusnya kita jual Rp 9000,” kata Elvi, Rabu (9/3).
Tak hanya kerupuk kulit, mereka juga memproduksi rempeyek, dan dalam sehari mampu menghabiskan 20 kg tepung untuk dijadikan sebagai rempeyek.
Rempeyek Moza Snack terbilang enak dan lezat, dibuat menggunakan ramuan khusus, yaitu udang yang dilumatkan ke dalam tepung dan ditaburi dengan ikan teri serta bumbu-bumbu atau rempah-rempah penyedap lainnya.
“Sekarang yang menjadi andalan kita rempeyek. Sebab minatnya paling banyak,” kata Elvi lagi.
Untuk pemasaran, dirinya mengaku bahwa pemasaran sudah sampai ke provinsi tetangga yaitu Sumatera Selatan. Untuk di Jambi, hampir semua supermarket dan minimarket sudah dijajaki semuanya.
Dan direncanakan dalam waktu dekat ini ia akan mengirim ke Pekanbaru dan Lampung.
Disinggung soal Omzet perbulan, Elvi belum berani menyebutkanya, hanya saja dia bilang saat ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Dan saat ini berkat usahanya ia bisa menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi, beli mobil, rumah dan beberapa harta lainnya.
“Alhamdulillah. Dulu dibanding sekarang sudah jauh berbeda. Produksinya juga sudah lumayan,” sebutnya.
Sumber: Tribunnews.com





























