Ekspor Serat Sabut Kelapa untuk Pembuatan Kaca Fiber Optik

0
2100
Ilustrasi sabut kelapa

PANGKALAN BALAI – Di sepanjang Jalan Tanjung Api-Api sampai ke Desa Muara Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, menjadi salah satu pusat pertanian buah kelapa.

Hampir 85 persen warga di sini berprofesi sebagai petani sekaligus pemilik lahan. Kelapa dijadikan bahan baku makanan dan arang, bahkan serat sabut kelapa di ekspor keluar negeri untuk bahan baku pembuatan kaca fiber optik.

Warga Desa Muara Sungsang, Warnadi, mengatakan awal nya ia bertani padi, namun akibat banyaknya gangguan hama dan semakin sulit, akhirnya pindah kebidang pertanian kela pa, bahkan hasil dari perkebun an yang dimilikinya banyak yang dijadikan bahan baku untuk dikirim ke Palembang dan luar negeri.

“Lahan yang saya gunakan untuk pertania kelapa seluar 5 hektare, awalnya bertani padi, namun repot dan banyak gang guan hama jadi pindah ke kelapa, bahkan hasilnya bisa dikirim sampai keluar negeri bang,” katanya.

Dia mengatakan, hasil dari ke lapa ini sangat menguntungkan dari pertanian padi, dalam per enam bulan saja keuntungan bersih sampai Rp38 juta. bukan hanya buahnya saja, namum batang dan daunnya juga bisa mengha silkan, jika daunnya bisa dijadi kan atap dan sapu lidi, sementara sabut kelapa dari buah yang telah dikupas ini dicari dan dibeli oleh pedagang dari luar negeri untuk dijadikan bahan baku pembuatan kaca fiber optik.

Sama halnya dengan yang dikatakan Henki, petani kelapa. Dirinya lebih memilih bertani kelapa karena keuntungannya lebih dari pertanian padi. Satu butir kelapa dijualnya dengan harga Rp500 sampai Rp1.000, dalam sekali panen lebih dari 10.000 butir kelapa dari 1 hektare lahan yang dimilikinya. “Dalam hitungan tiga bulan panen keuntungan bersih Rp15 juta rupiah pak, jika padi tidak sam pai seperti saat ini, rugi ada,” katanya.

Dirinya juga mengatakan, banyak pedagang dan pembo rong dari Palembang dan luar ko ta datangkeDesaMuaraSung sangdan Desa Sukadamai untuk mencari hasil pertanian kelapa, bahkan sampai dikirim keluar negeri.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Sukadamai, Ahmad Lumiran mengatakan, jika memang sebagian lahan yang ada di pinggir jalan banyak dijadikan untuk perta nian kelapa oleh warga, dan juga pin dah dari tani padi men jadi menanam kelapa, karena itu lahan pribadi mereka dan juga lebih membuat ragam segi pertanian di wilayah ini.

Dirinya mengatakan, jikapembuatan bahan baku pembuat an fiber optik ini bisa dijadi kan usaha rumahan ataupun usa ha sentral desa yang bisa me nguntungkan, namun juga kita musti melihat prospeknya ke depan. “Jika bisa dijadikan UKM ataupun usaha sentral desa akan baik, namun kita harus mempe lajari dan melihat prospeknya,” katanya.

Sumber: Okezone.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here