Rasa Membentuk Makna

0
85
Rasa Membentuk Makna

Hubungan emosional antara brand dan konsumen sangat penting dalam membangun brand yang kuat.  Hal ini terbukti dari berbagai riset yang menemukan bahwa konsumen mencari dan membeli sebuah produk untuk mendapatkan pengalaman yang emosional (Hultén, 2011).

 

Pengalaman ini berkaitan erat dengan pikiran dan panca indera yang meliputi multisensorik aroma, rasa, suara, visual dan sentuhan menghasilkan nilai, pengalaman, dan citra pelanggan.

 

Oleh sebab itu, pengusaha dapat menerapkan “sensory marketing” untuk  menciptakan “multi-sensory brand-experience” melalui melalui sensor, sensasi, dan ekspresi sensorik.

 

Sensasi merupakan emosi atau perasaan yang menghubungkan antara panca indra dengan pikiran. Sedangkan, ekspresi sensorik merupakan  pengalaman yang memicu pembentukan value dan identitas brand yang melekat di benak pelanggan.

 

Hultén (2011) menyebutkan tiap panca indera menciptakan dan membentuk sensasi dan ekspresi yang berbeda yang secara keseluruhan akan menciptakan consumer value dan brand image.

 

Misalnya:

  • Indera penglihatan (mata) menciptakan sensasi “visual” yang merupakan indra yang paling ampuh untuk mempersepsikan dan menilai perbedaan dari barang atau jasa yang ditawarkan. Strategi penglihatan sensorik menjadi faktor penting untuk membentuk identitas dan citra merek melalui warna, cahaya, tema, grafis, dan interior.
  • Indera penciuman (hidung) menciptakan sensasi “atmosfer dan suasana lingkungan” yang menghasilkan kenangan, kebahagiaan dan suasana positif. Strategi penciuman sensorik menjadi salah satu elemen penting untuk menciptakan brand recognition, brand identity dan brand image dan membentuk kenangan yang kuat melalui scent signature (aroma wangi-wangian yang khas)
  • Indera pendengaran (telinga) menciptakan sensasi “auditori” yang menghasilkan makna dan kenangan. Strategi pendengaran sensorik menjadi elemen untuk menciptakan identitas dan citra merek melalui jingle, suara dan musik.
  • Indera pengecap (lidah) menciptakan sensasi “gastronomi” yang menghasilkan pengetahuan, kegembiraan dan gaya hidup. Strategi pengecapan sensorik menciptakan   pengalaman cita rasa dan membentuk citra merek melalui nama, penyajian dan suasana.
  • Indera peraba (kulit) menciptakan sensasi “sentuhan” yang menghasilkan ingatan dan kenangan. Strategi peraba sensorik menciptakan citra merek melalui tekstur, bahan dan bentuk.

 

Pak Bi dalam “Kitab Bisa Brand” menyebutkan Sensory Marketing berkaitan erat dengan menciptakan “Rasa” sebagai “Identitas Produk”.

 

Rasa itu Unik dan Otentik yang menciptakan “Makna” dan membentuk ikatan emosional yang kuat dengan konsumen.

 

Mau tahu lebih lengkap tentang “sensory marketing”, bisa diperoleh dengan membaca “Kitab Bisa Bikin Brand” atau ikuti serial workshop “Bisa Bikin Brand”

 

Nah, bagi pebisnis yang sibuk tapi mau belajar bisa bikin brand,  saat ini telah hadir Kitab Bisa Bikin Brand versi “audio book”.

Jadi, belajar brand bisa di mana saja. Coba klik aja http://pakbibaca.in

 

 

 

Lebih lanjut, untuk mendapatkan inspirasi dan insight membangun bisnis yang sustainable dan profitable bisa langsung ke website  subiakto.comindonesiaspicingtheworld.com dan rumahukm.com  serta  subscribe channel Youtube pak Subiakto di Subiakto Official.

Ini saatnya Indonesia “Membumbui Dunia dengan Produk Lokal Indonesia

Kreasi Anak Bangsa, Cita rasa untuk Dunia

Cita Rasa Dunia … Indonesia

 

Penulis: JF Sebayang

@jfsebayang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here