Ubah Mindset Dari “Seller” Ke “Retailer”

0
167
Ubah Mindset Dari “Seller” Ke “Retailer”

rumahukm.com Internet memudahkan banyak hal, mulai dari cari informasi hingga membangun bisnis.  Internet membuat setiap orang dengan mudah untuk berjualan, baik jualan langsung tanpa toko maupun buka toko online.

Namun, kemudahan untuk jualan dan buka toko online harus dibayar dengan semakin ketatnya persaingan di bisnis online. Tiap orang dengan mudah meniru baik produk yang kita jual maupun model toko online yang kita buat.

Oleh sebab itu, perlu cara praktis untuk keluar dari persaingan yang semakin ketat ini. Langkah pertama yang bisa dilakukan dengan mengubah mindset berbisnis online dari ‘seller” (penjual) ke “retailer (pengecer).” Apa bedanya?

“Seller” fokus pada transaksi penjualan dan mengharapkan keuntungan dari selisih harga jual dengan harga beli. Sedangkan, retailer fokus pada membangun hubungan dengan konsumen dengan menciptakan pengalaman bagi konsumen. Jadi, “retailer” lebih berorientasi pada jangka panjang dibanding “seller”.

Sejumlah studi terkait retailer menemukan bahwa citra toko memiliki peranan penting terhadap niat konsumen untuk membeli (Chang & Tseng, 2011). Citra toko yang kuat akan menciptakan consumer-perceived value yang mempengaruhi preferensi dan niat konsumen untuk membeli, meningkatkan frekuensi kunjungan  serta menciptakan pelanggan setia.

Hung et al. (2010) mengungkapkan consumer-perceived value terbagi menjadi dua, yakni nilai utilitarian dan nilai hedonis. Nilai utilitarian berkaitan erat dengan evaluasi praktis dan rasional, misalnya kualitas produk dan kewajaran harga produk. Sedangkan, nilai hedonis berkaitan erat dengan sensasi pengalaman dan kepuasan emosional yang dialami konsumen saat menggunakan suatu produk.

Selain itu, sebuah toko yang baik akan membangkitkan emosi pelanggan yang membentuk consumer-perceived value dan mengubah pengalaman berbelanja menjadi sebuah rekreasi yang menyenangkan (Babin, et al, 1994). “Retailers sell more than just the products but the shopping experience”. (Davies 1993).

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Pak Bi, “jangan jual produk sebagai produk, tapi juallah produk lebih dari sekedar produk”. Oleh sebab itu, Pak Bi menyarankan agar pelaku usaha menambahkan value pada produk sehingga menciptakan “sesuatu yang bermakna” bagi konsumen.

Mau belajar lebih detail cara berjualan dengan menambahkan value pada produk, silahkan gabung di Workshop Offline Ekslusif “Bisa Bikin Brand” tanggal 26-27 September 2023 melalui biolink @subiakto

Lebih lanjut, untuk mendapatkan inspirasi dan insight membangun bisnis yang sustainable dan profitable bisa langsung ke website subiakto.comindonesiaspicingtheworld.com dan rumahukm.com  serta  subscribe channel Youtube pak Subiakto di Subiakto Official. Dan follow follow  akun IG @subiakto@dwitasoewarno@indonesiabisabikinbrand@indonesiaspicingtheworld@rumahukmcom

Ini saatnya Indonesia “Membumbui Dunia dengan Produk Lokal Indonesia

Kreasi Anak Bangsa, Cita rasa untuk Dunia

Cita Rasa Dunia … Indonesia

 

Penulis: JF Sebayang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here