Kenapa Founder Perlu Membangun Personal Brand?

0
5
Kenapa Founder Perlu Membangun Personal Brand?

rumahukm.com Di balik hampir setiap brand besar, selalu ada sosok yang ikut membentuk public trust. Kita mengenal Apple lewat Steve Jobs, Tesla melalui Elon Musk, dan Meta melalui Mark Zuckerberg Bukan berarti produk mereka tidak cukup kuat. Justru personal brand sang founder membantu orang memahami visi, nilai, dan karakter yang ada di balik sebuah perusahaan. Hal yang sama juga berlaku bagi founder bisnis, baik yang baru merintis maupun yang sudah berkembang.

Banyak founder berpikir bahwa membangun personal brand berarti harus menjadi influencer atau aktif membuat konten setiap hari. Padahal, personal branding bukan tentang mencari popularitas. Personal branding adalah proses membangun kepercayaan melalui identitas, kompetensi, dan konsistensi. Orang tidak hanya membeli produk, tetapi juga ingin tahu siapa sosok di baliknya, bagaimana cara berpikirnya, dan nilai apa yang diperjuangkannya.

Pandangan ini sejalan dengan Pak Bi @subiakto yang mengatakan bahwa dalam personal branding, “The product is you.” Artinya, seorang founder bukan hanya mewakili perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari nilai yang dijual oleh brand tersebut. Cara berbicara, mengambil keputusan, merespons kritik, hingga memperlakukan konsumen akan memengaruhi persepsi publik terhadap bisnis yang dipimpinnya.

Di sisi lain, Simon Sinek melalui konsep “Start With Why” menjelaskan bahwa orang tidak membeli hanya karena APA yang kita jual, tetapi karena KENAPA kita melakukannya. Di sinilah peran personal brand menjadi penting. Founder yang mampu mengkomunikasikan alasan, visi, dan misi di balik bisnisnya akan lebih mudah membangun kedekatan emosional dengan konsumen, investor, maupun tim internal.

Hal ini juga diperkuat oleh Marty Neumeier yang mengatakan, “Brand is not what you say it is. It’s what they say it is.” Reputasi seorang founder tidak dibangun oleh bio Instagram atau jumlah pengikut, melainkan oleh pengalaman yang dirasakan orang lain saat berinteraksi dengannya. Konten bisa memperkenalkan nama, tetapi konsistensi perilaku yang membuat nama itu dipercaya.

Karena itu, personal branding seorang founder sebaiknya tidak dimulai dari pertanyaan, “Konten apa yang harus saya buat?” Pertanyaan yang lebih penting adalah, “Sebagai apa saya ingin diingat?” Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan cara berkomunikasi, mengambil keputusan, hingga membangun budaya perusahaan. Ketika identitas seorang founder jelas, brand bisnis pun akan memiliki arah yang lebih kuat.

Pada akhirnya, founder lebih dari sekedar pemilik bisnis, namun juga wajah, suara, dan sering kali alasan pertama mengapa orang memilih untuk percaya. Produk mungkin menjadi pintu masuk, tetapi sosok founder sering kali menjadi alasan konsumen bertahan. Itulah kenapa membangun personal brand bukan lagi opsi, melainkan investasi jangka panjang bagi siapa pun yang ingin membangun bisnis yang dipercaya dan terus diingat.

 

Penulis: Mayangwangi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here