
KUDUS – Dari hasil monitoring Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus, bidang usaha yang sampai saa ini masih eksis berproduksi tanpa ada kendala meski kondisi perekonian sedang sulit adalah UKM.
Bahkan sampai saat ini ada beberapa UKM di sejumlah wilayah justru di saat sulit masih mendapatkan order produk dari konsumen.
Kepala BPS Kudus, Endang Tri Wahyuningsih saat ditemui kemarin mengatakan, memang dampak gejolak perekonomian yang diawali dengan anjloknya nilai tukar mata uang dollar terhadap rupiah masih terasa sehingga membuat pertumbuhan perekonomian melambat.
“Akan tetapi sektor usaha yang hingga kini masih eksis bahkan mengalami peningkatan permintaan adalah UKM, ini dikarenakan bahan baku mereka masih menggunakan lokal dan hal tersebut tentunya tidak memiliki pengaruh yang cukup besar terahadap kegiatan produksi maupun distribusi produk,” paparnya.
Dari hasil monitoring BPS Kudus beberapa pekan ini meski perekonomian melambat namun bertumbuh sebesar 4,68 persen. Ini berarti masih ada potensi yang masih berjalan tanpa ada kendala.
“Yang menjadi kendala adalah pada sektor usaha yang menggunakan bahan baku impor, baik menggunakan sebagian atau 100 persen. Sebab harga bahan baku tentunya akan naik dengan persentase yang cukup tinggi. Otomatis akan mempengaruhi biaya operasional dan biaya distribusi barang,” terangnya.
Sumber: Suaramerdeka.com
























