JAKARTA – Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) dinilai sebagai sektor yang paling tahan terhadap krisis. Terbukti pada krisis 1998, hanya UKM yang mampu bertahan.
Dengan kemampuan tersebut, bukan tidak mungkin jika UKM menjadi ujung tombak ekspor Indonesia. Pemerintah bisa mengandalkan ekpor melalui usaha Menengah.
Pengamat UKM dari Prasetya Mulia Business School Djoko Wintoro menjelaskan, perlambatan ekonomi yang terjadi di Indonesia lantaran penurunan ekspor. Dengan menjadikan UKM sebagai penggedor ekspor, otomatis akan mendongkrak perekonomian Indonesia.
“Daya ekspornya ditingkatkan bisa jadi salah satu cara, ditambah MEA pasar terbuka bebas, kenapa kita enggak jadikan dia ujung tombak ekspor?” paparnya dalam MNC Business, Kamis (25/6/2015).
Menurutnya sektor usaha menengah memiliki potensi untuk melakukan hal tersebut. Sementara untuk industri kecil dan mikro harus dikuatkan untuk mengcover daya beli masyarakat kelas bawah.
“Pemerintah harus mengatakan UKM sebagai bagian dari sistem perekonomian nasional, jangan hanya sekedar tanggung jawab sosial,” imbuhnya.
Dia menambahkan, untuk memperkuat sektor UKM, pemerintah bisa memberikan insentif kepada UKM seperti yang dilakukan untuk pengusaha-pengusaha besar.
“Pengusaha besar bisa dapat tax insentif, kenapa yang kecil gak dapat (insentif)? Untuk mendorong pemerintah harus berikan,” tandasnya.
Sumber: okezone.com




























