Songsong MEA, Kadin Kabupaten Bandung Rangkul UKM

0
312

SOREANG, (PRLM).- Kamar Dagang dan Industri Indonesia Kabupaten Bandung mendorong agar semua usaha kecil dan menengah menjadi anggotanya.

Selain untuk membantu meningkatkan managemen usaha, keanggotaan Kadin dibutuhkan untuk mendapatkan perlindungan hukum dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun ini.

“Ini sudah diperkuat dengan Surat Edaran Bupati yang segera kami sebarkan. Semua UKM harus masuk menjadi anggota Kadin,” kata Ferry Sandiyana, Ketua Kadin Kabupaten Bandung, Rabu (11/2/2015).

Keanggotaan para pelaku UKM di Kadin, menurut Ferry, juga sekaligus untuk menginventarisasi jumlah UMKM di Kabupaten Bandung. Soalnya, hingga kini belum ada data pasti mengenai jumlah pelaku dan jenis UMKM.

Untuk itu, Ferry mengaku terus berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung guna menginventarisasi UKM yang ada. Selanjutnya, akan dilakukan berbagai langkah untuk mengembangkannya.

“Kami menargetkan UKM sebanyak-banyaknya untuk jadi anggota Kadin. Yang pasti, semua jenis UKM bisa masuk Kadin,” ujar Ferry.

Ferry mengungkapkan, sejumlah produk UKM dari Kabupaten Bandung, seperti kuliner dan kerajinan tangan sebenarnya bisa bersaing dengan produk-produk sejenis di luar daerah. Namun, sejauh ini, sejumlah produk tersebut belum memiliki pengemasan dan sistem pemasaran yang baik.

Akibatnya, sejumlah produk tersebut kerap dibeli dan diakui oleh pelaku usaha lainnya dari luar daerah dengan pengemasan yang baik. Kondisi itu membuat pelaku usaha UKM di Kabupaten Bandung seperti jalan di tempat.

“Banyak produk dari Kabupaten Bandung yang laku di luar daerah. Namun sayangnya, produk-produk itu tidak memiliki label dari Kabupaten Bandung. Ini kan disayangkan sekali,” ujar Ferry.

Dengan menjadi anggota Kadin, menurut Ferry, para pelaku UKM tersebut nantinya akan diberi berbagai pelatihan managemen usaha, seperti pengemasan produk dan sistem pemasarannya. Mereka juga akan mendapatkan perlindungan hukum jika menemukan masalah dalam usaha perdagangan mereka.

Keanggotaan Kadin tersebut, lanjut Ferry, juga untuk mempersiapkan para pelaku UKM dalam menghadapi pasar global MEA 2015 ini. Soalnya, dalam pasar tersebut, berbagai produk, jasa, dan tenaga kerja akan bersaing dengan negara-negara ASEAN.

Kondisi itu, menurut Ferry, menuntut tenaga kerja terdidik dan terlatih untuk bisa melakukan berbagai inovasi dalam mengembangkan usaha. Jika tidak, produk-produk lokal akan tergerus oleh produk luar negeri.

“Dengan memperkuat managemen usaha, UKM di Kabupaten Bandung bisa bersaing pada pasar MEA tahun ini. Ini yang akan Kadin lakukan untuk UKM ke depan,” katanya.

Sumber: pikiran-rakyat.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here