Jakarta–Wakil Ketua Komisi X, Ridwan Hisjam, meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, beserta Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Tim Sembilan tidak mencampuradukkan urusan pajak dan penyelenggaraan Kompetisi Liga Super Indonesia (ISL).
Hal itu disampaikan Ridwan Hisjam menyusul kebijakan Menpora yang menunda pelaksanaan kompetisi ISL 2015 setelah mendapat rekomendasi dari Tim Sembilan dan BOPI.
Menpora berkilah bahwa penundaan kompetisi ISL disebabkan belum terpenuhinya beberapa persyaratan yang diminta BOPI, seperti laporan pajak klub-klub peserta dan NPWP.
“Masalah Liga ISL dan pajak tidak boleh dicampuradukkan, karena beda jalurnya. BOPI jangan mencampuradukkan masalah olahraga dengan masalah ekonomi. Karena, pajak itu penyelesaiannya oleh Kantor Pajak dan ada aturan mainnya. Apabila ada perusahaan yang menunggak pajak,” kata pria yang akrab dipanggil HJ ini kepada INILAHCOM, Minggu (22/2/2015).
Lanjutnya, jika klub-klub ISL menunggak gaji, tidak lantas sepakbola tempat mereka menjalankan dan mencari penghasilan dihentikan begitu saja oleh pemerintah.
“Apabila ada PT yang menunggak pajak bukan berarti usahanya tidak boleh berjalan. PT tersebut akan berhenti usahanya apabila sudah dinyatakan pailit oleh pengadilan. Jadi, pemerintah harus bijaksana melihat masalah perusahaan-perusahan klub sepak bola yang belum membayar pajak,” ujarnya.
“Karena pertandingan sepak bola ISL itu merupakan usaha dari perusahaan klub. Pemerintah jangan menghalang-halangi usaha (pertandingan) dari klub-klub untuk melaksanakan pertandingan,” tambahnya.
Lembaga yang dipimpin Imam Nahrawi seharusnya bijaksana dan tidak memposisikan klub-klub ISL tersebut putus asa dalam membangun sepak bola Indonesia. Suka atau tidak, klub-klub ISL adalah penggerak roda ekonomi Usaha Kecil Menegah (UKM).
“Biarlah manajemen perusahaan klub berhubungan dengan Kantor Pajak untuk menyelesaikan masalahnya sesuai peraturan pajak yang berlaku sampai ke Pengadilan Pajak,” tegasnya.
“Sedangkan pertandingan tetap berjalan, karena pertandingan ini merupakan usaha untuk mendapatkan hasil yang akan dipakai untuk biaya-biaya atau honor. Ekonomi Indonesia akan berputar apabila ISL ini dilaksanakan karena cukup banyak yang tergantung pada kompetisi ini. Pertandingan ISL membawa dampak positif kepada perekonomian nasional,” tandasnya.
Sumber: Inilah.com





























