JAKARTA – Pasar untuk partisi memang besar, tetapi persaingan di bidang ini juga terbilang ketat. Untuk menembus persaingan bisnis partisi, pelaku usaha perlu bersiasat.
Misalnya, dengan memproduksi produk yang unik dan lain dari yang lain seperti halnya membuat partisi lukis. Seperti dilakukan Dimas Indra Prahastra, pemilik Idekoru di Bandung, Jawa Barat. Dalam sebulan Dimas mampu mendapatkan omzet sekitar Rp 120 juta dengan potensi profit sekitar 50%.
Dimas menekuni bisnis pembuatan partisi secara tidak sengaja. Pada awalnya, dia menggeluti bidang usaha lukis pada 2008. Saat itu, dia membuat beberapa partisi yang dilukis sebagai pajangan sekaligus sekat ruangan di galerinya.
“Tetapi customer yang datang malah kebanyakan menanyakan partisi daripada lukisan. Bagi kami ini satu peluang, sehingga akhirnya arah bisnis pun dikembangkan ke pembuatan partisi lukis,” kata Dimas yang resmi mendirikan Idekoru sejak 2012.
Sebagai pelaku usaha yang sudah beberapa tahun menekuni bisnis partisi, Dimas sudah mampu memahami kebutuhan konsumen. Partisi yang dicari konsumen bukanlah yang sebatas memiliki fungsi sebagai penyekat ruangan.
Sedapat mungkin, partisi portabel pun harus mempunyai nilai seni, sehingga bisa sekaligus mempercantik penampilan ruangan. Itu sebabnya, partisi lukis yang dia tawarkan ke pasar langsung mendapat respons positf.
Pria 30 tahun ini juga menyediakan layanan kustomisasi. Konsumen dapat memesan ukuran, motif dan bahan partisi yang disesuaikan dengan tema di dalam ruangannya.
Dia juga mampu melayani konsumen yang ingin mewujudkan motif lukisan di benak mereka.
“Segala jenis aliran lukisan mulai dari yang abstrak, realis dan lain-lain dapat kami aplikasikan ke dalam partisii,” tutur Dimas.
Dalam proses produksi sehari-hari, Dimas dibantu oleh sekitar delapan orang perajin dan pelukis. Namun jika pesanan sedang membludak, dia bisa mengkaryakan hingga 50 orang perajin di bengkel kerjanya.
Soal harga sangat bervariasi, disesuaikan dengan ukuran, motif dan objek gambar. Harganya mulai dari Rp1,5 juta – Rp 5 juta per unit.
Di luar partisi yang dilukis, dia juga menyediakan varian partisi lainnya yakni partisi print, partisi lukis aborigin yakni yang berupa titik-titik timbul, serta partisi dari bahan akrilik yang dilengkapi dengan lampu.
Strategi memasuki pasar dengan menawarkan produk yang unik membuat Dimas mampu memenangi persaingan. Akan tetapi, keunikan produk bukanlah satu-satunya strategi yang dia andalkan.
Menurut Dimas, strategi yang tak kalah berperan penting adalah sistem penjualan yang dia pilih. Sejak awal dia memang fokus untuk menempuh strategi pemasaran online yakni lewat media sosial dan situs website www.idekoru.com.
Selain tidak memerlukan modal yang besar, pemasaran online juga membuatnya dapat menjangkau konsumen secara global.

Produknya sudah pernah merambah hampir semua daerah di Indonesia. Dia juga sudah beberapa kali mengirimkan produk ke luar negeri, seperti Singapura, Malaysia dan Australia, serta ke beberapa negara di Eropa yakni Belanda, Jerman dan Spanyol.
Dimas tidak melakukan ekspor langsung. Tahapan ekspor yang menurutnya cukup panjang dan berliku membuatnya lebih memilih menggunakan jasa pihak ekspedisi untuk mengurus segala adiministrasi yang diperlukan dalam pengiriman.
Kendati pasar yang sudah dijangkaunya sudah cukup luas, jumlah itu belum maksimal. Dia tidak dapat mengeksplor semua potensi pasar dan peluang yang ada saat ini.
“Kendalanya lebih pada pengiriman. karena biayanya yang mahal. Kalau soal produk, kami optomistis sebenarnya kualitas produk kita mampu bersaing di pasar luar negeri dan banyak yang suka dengan desain dan produk seni ini,” tuturnya.
Sumber: Bisnis.com


























