Bandung – Pemasaran produk dan jasa secara daring (online) kini tengah naik daun. Namun kepentingan pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia masih belum terakomodasi.
Di satu sisi perdagangan bebas antarnegara-negara ASEAN telah resmi diberlakukan sejak akhir 2015. Kini pelaku UKM di Indonesia siap atau tidak, harus bersaing dengan pelaku usaha dari negara-negara ASEAN.
Executive Creator Salman Halal Center Achmad Nashir Budiman menjelaskan, salah satu isu penting terkait pelaksanaan pasar bebas yaitu produk maupun jasa halal. Indonesia sendiri telah memiliki Undang-Undang No 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal.
“Produk halal dan tidak halal kini telah menjadi isu universal. Sejumlah negara di Eropa dan Asia yang mayoritas penduduknya bukan muslim juga tertarik mengadopsi, mengingat di dalam konsep halal diatur juga masalah produk bersih dan sehat. Belum lama ini ada tim dari Belgia yang datang ke kami melakukan studi tentang halal,” jelas Achmad Nashir di sela-sela Peluncuran dan Syukuran media online Uplek.com, di Graha XL Lantai 2, Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Sabtu (9/1/2016) siang.
Dia mencontohkan, saat ini Malaysia sudah memiliki lima pelabuhan halal. Terkait pelaksanaan Olimpiade Musim Panas 2020, Jepang juga bersiap melayani kunjungan wisatawan muslim. Sementara sejumlah agen perjalanan wisata Korea dan Vietnam kini sudah menerapkan konsep halal tourism.
Terkait persaingan pasar bebas, pelaku UKM di Indonesia tak hanya dihadapkan pada masalah kemampuan menyiapkan produk dan jasa halal. Tidak kalah penting mereka pun harus mampu bersaing dalam bidang pemasaran daring.
CEO Uplek.com Lygia Pecanduhujan menjelaskan, saat ini masih banyak pelaku UKM yang belum memanfaatkan pemasaran daring. Padahal peluang untuk menjangkau pasar lebih luas dapat dilakukan dengan cara ini.
“Tim kami tidak hanya membantu mempromosikan produk dan jasa para pelaku UKM, tapi juga bakal menggelar sejumlah kegiatan pendampingan secara offline. Antara lain pelatihan pemasaran online, membuat desain web, termasuk memberi informasi terbaru terkait tata cara pengajuan sertifikasi halal,” jelas Lygia.
Dia menambahkan, media online yang digagas para penulis dan blogger dengan berbasis sosio-digipreneur ini membuka diri bekerjasama dengan berbagai pihak. Tidak terbatas pada masalah ekonomi dan bisnis, tapi juga kegiatan sosial.
“Saat ini kami sedang bekerja sama dengan Yayasan Hope yang dimotori aktris Wulan Guritno. Kegiatan ini antara lain diisi dengan lomba menulis di blog. Ada juga program lain, yaitu kampanye mengajak masyarkat peduli kanker,” terangnya.
Sumber: Inilahkoran.com






























