Depoknews.com — Praktisi “branding” Subiakto Priosoedarsono atau yang sering dipanggil Pak Bi mengatakan Depok perlu upaya keras untuk menonjolkan kekhasannya agar dapat menjadikan Depok sebagai destinasi bukan semata lokasi.
Depok perlu “branding” yang kuat,” ujar Pak Bi, pakar “branding” yang berpengalaman 45 tahun di bidang “Brand Building” saat memberikan kuliah singkat mengenai ” Citizen Branding” kepada sekitar 50an pelaku UKM Depok kemarin baru-baru ini.
Dalam kesempatan ini Pak Bi mencoba menguraikan apa itu city branding. “City branding yakni sebuah upaya menciptakan “landmark”, mempromosikan kekhasan suatu daerah,” jelas Pak Bi. Menurutnya, Depok sebagai sebuah kota harus mengidentifikasikan hal-hal yg menjadi milik kota.
“Untuk kasus Depok memang agak sulit menemukan brandnya, belum ada yang terlalu menonjol. City Branding harus bisa mengubah sebuah kota dari sekedar lokasi menjadi sebuah destinasi,” ungkap pendiri LSM Rumah UKM ini.
Dalam sesi berbagi ini, Pak Bi juga menyampaikan pentingnya sebuah brand dikenal dengan baik oleh pelanggan pada kesempatan pertama mengenal brand tersebut.
“Jika sebuah brand mendapatkan kesan pertama yang positif brand anda akan naik menuju Brand Heaven”, ujar Pak Bi.
“Bila pengalaman kedua dan seterusnya positif maka akan terbentuk Brand Loyalty,” lanjut pak Bi.
Kelas Branding yang dilaksanakan di Coworking space “de Coma” ini menurut Herri Setiawan, pengelola de’ Coma yang juga Ketua Komunitas Tangan Di Atas (TDA) chapter Depok, dimaksudkan untuk memberikan wawasan dan pemahaman tentang strategi Branding dalam meningkatkan daya saing serta skill pegiat UKM di Depok. “Ini sebagai bagian dari menaikkan pemasaran, khususnya bagi para peserta yg umumnya merupakan pegiat UKM di Kota Depok,” kata Herri.
Menurut Subiakto, Brand adalah ikatan emosi antara anda dengan konsumen dengan tambahan nilai yang didapat. “Brand bukan logo, bukan merk, bukan produk, bukan slogan dan bukan pameran” tegas pak Bi.
Dalam kesempatan ini juga diulas tentang strategi membangun brand dengan mengajak konsumen merasa memiliki yang disebut dengan Citizen Branding.
Sumber: depoknews.com


























