Menghadapi Produk Asing Dengan Komunal Brand

0
267
Menghadapi Produk Asing Dengan Komunal Brand

rumahukm.com. Hubungan netizen Malaysia dan Singapura sempat memanas saat CNN Travel memuat  daftar 50 makanan penutup terbaik dunia yang menyebutkan cendol berasal dari Singapura. CNN Travel menjelaskan bahwa cendol merupakan makanan penutup yang terdiri dari jelly hijau pandan yang terbuat dari tepung beras yang kenyal dan santan manis yang disajikan dengan gula merah.

Saling klaim kepemilikan atas cendol merupakan hal yang lumrah, karena makanan merupakan “identitas” yang pemainkan peran penting untuk mewakili dan menjaga identitas nasional (Aykan 2016). Jadi tak heran dua puluh tahun terakhir ini muncul fenomena demam “food-heritage” yang memperlihatkan tiap negara  melabel dan mensertifikasi makanan sebagai warisan budaya tak benda milik mereka (Demossier 2016).

Dan tak jarang memicu terjadinya “Food fight”, saat dua atau lebih negara mengklaim kepemilikan budaya atau tradisi kuliner  yang diajukan oleh satu negara. Misalnya, perselisihan Turki dan Armenia atas keşkek berupa hidangan gandum dan daging. (Lee & Kim, 2021).

Hal inilah yang menjadi kegelisahan pak Bi saat akan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di tahun 2015, “apakah pelaku usaha terutama UKM” mampu bersaing dengan produk-produk yang datang dari negara tetangga yang produknya mirip dengan produk UKM Indonesia.

Oleh sebab itu, Pak bi menyampaikan bahwa “cara praktis  menghadapi serbuan produk negara ASEAN yang mirip dengan produk kita dengan membangun KOMUNAL BRAND” (Subiakto, 2015)

Lebih lanjut, pak Bi menginisiasi gerakan “Indonesia Spicing The World” dengan memilih “REMPAH” sebagai DNA Indonesia yang  merepresentasikan KEBERAGAMAN dan KEKAYAAN Cita Rasa yang ada di INDONESIA untuk memperkenalkan produk-produk UKM ke seluruh dunia dengan memanfaatkan internet dan media sosial.

Selain itu, semakin meluasnya penggunaan AI di bidang pemasaran dan Branding di masa mendatang, maka “Indonesia Spicing the World” yang ke-5 mengusung “MANFAAT AI BUAT UKM” agar UKM dapat mengoptimalkan penggunaan AI dalam mengelola Brand mereka sehingga mampu bersaing di pasar internasional.

Informasi lebih lanjut tentang Even “Indonesia Spicing The World” ke-5 follow  akun IG @subiakto@dwitasoewarno@indonesiabisabikinbrand@indonesiaspicingtheworld@rumahukmcom

Ini saatnya Indonesia “Membumbui Dunia dengan Produk Lokal Indonesia

Kreasi Anak Bangsa, Cita rasa untuk Dunia

Cita Rasa Dunia … Indonesia

Lebih lanjut, untuk mendapatkan inspirasi dan insight membangun bisnis yang sustainable dan profitable bisa langsung ke website subiakto.comindonesiaspicingtheworld.com dan rumahukm.com  serta  subscribe channel Youtube pak Subiakto di Subiakto Official.

Penulis: JF Sebayang

@jfsebayang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here