Jakarta – Produk-produk hasil pertanian Indonesia ternyata banyak peminatnya di luar negeri. Buktinya, banyak produk pertanian yang rutin diekspor dengan nominal yang cukup besar, meski kondisinya sedang turun.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, total ekspor hasil pertanian Indonesia mencapai US$ 423,4 juta. Turun 8,61% dibandingkan bulan sebelumnya. Secara akumulasi Januari-Mei 2015, ekspornya adalah US$ 2,2 miliar.
Berikut rinciannya, berdasarkan data laporan BPS yang dikutip detikFinance, Selasa (16/6/2015):
1. Karet Alam
Ekspornya pada Mei adalah US$ 673 ribu. Turun 37,2% dibandingkan bulan lalu. Untuk akumulasi, eskpornya tercatat US$ 3,9 juta.
2. Kopi
Kopi diekspor pada Mei sebesar US$ 90,5 juta. Turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 8,3%. Akumulasinya adalah US$ 463,8 juta.
3. Udang Segar/Beku
Nominal ekspornya pada Mei turun 11,96% menjadi US$ 109,2 juta. Secara akumulasi tercatat US$ 583,6 juta.
4. Rempah-rempah
Ekspor rempah-rempah turun 21,13% dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi US$ 34,9 juta. Akumulasi dalam lima bulan tahun ini adalah US$ 211,5 juta. Contoh rempah-rempah ini adalah lada hitam, lada putih, kayu manis, biji pala, vanili, dan lainnya.
5. Tembakau
Tembakau diekspor pada Mei sebesar US$ 7,9 juta, naik 79,22% dibandingkan bulan lalu. Secara akumulasi tercatat US$ 33,5 juta.
6. Biji Coklat
Ekspor biji coklat pada Mei adalah US$ 8,7 juta. Naik 16,08% dibandingkan April 2015. Dari Januari-Mei 2015, ekspornya mencapai US$ 37,1 juta.
Sumber: Detik.com
























