Cirebon, kota yang terletak di pantai utara Jawa Barat ini terkenal dengan kuliner khasnya yang nikmat. Banyak wisatawan dari Jakarta yang bela-belain naik kereta selama tiga jam hanya untuk wisata kuliner, lho. Keunikan kulinernya mungkin sedikit banyak dipengaruhi oleh letaknya, yaitu berada di antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, berada di dekat laut sehingga banyak olahan seafood. Namun, kuliner Cirebon tidak sama dengan olahan makanan khas Jawa Barat dan Jawa Tengah pada umumnya, makanan Cirebon bisa dikatakan memiliki gaya sendiri.
Dari hasil kompilasi Tim RumahUKM.com yang sempat berkunjung ke Cirebon sebanyak dua kali dalam enam bulan terakhir, ini dia beberapa sajian kuliner khas Kota Udang yang wajib teman-teman coba!
Nasi Jamblang
Setelah perjalanan kereta yang memakan waktu sekitar tiga jam, kami dijemput oleh Mbak Sally dan tim Batik Trusmi di stasiun dan diantar ke Nasi Jamblang Ibu Nur di Jl. Cangkring II. Nasi Jamblang adalah nasi putih yang dibungkus dengan daun jati. Awalnya, Nasi Jamblang diperuntukkan bagi para pekerja paksa pembangunan jalan raya Anyer-Panarukan di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36, Herman Willem Daendels yang melewati Cirebon. Untuk menyuplai makanan bagi para pekerja, masyarakat dari Desa Jamblang membuat nasi yang dibungkus dengan daun jati.
Daun jati digunakan untuk membungkus nasi agar bisa disimpan dalam waktu yang lama dan tetap terasa pulen. Daun jati dipilih karena memiliki pori-pori yang membantu menjaga kualitas nasi. Porsi nasinya yang sedikit mengingatkan Admin dengan nasi kucing angkringan yang biasa ditemukan di Semarang, Yogyakarta dan Solo. Awalnya, lauk Nasi Jamblang sangat sederhana, seperti tahu-tempe dengan sambal. Seiring berjalannya waktu, kini lauk pauk Nasi Jamblang mencapai 40 jenis!

Karena lapar, banyak di antara kami yang kalap mengambil berbagai macam lauk yang disajikan secara prasmanan seperti perkedel kentang goreng, cumi hitam, pepes ayam, sate telur puyuh dan lainnya. Tahu tempe juga ada, bahkan ada juga tuna hingga sate usus dan hati ampela. Sambal goreng pelengkap nasi Jamblang tidak pedas karena terbuat dari kulit cabai yang diiris tipis memanjang, namun bijinya tidak digunakan jadinya kurang nendang bagi teman-teman pecinta pedas ? Tak lupa dengan sirup Tjampolay khas Cirebon yang dicampur susu kental manis yang entah mengapa menurut Admin sangat klop dengan Nasi Jamblang!

Nasi Jamblang Ibu Nur
Jl. Cangkring II No. 34
Cirebon
Tahu Gejrot
Tahu Gejrot adalah hidangan yang terdiri dari tahu pong goreng yang dipotong kecil-kecil, dengan saus cair yang terbuat dari gula kelapa, cuka dan kecap manis diulek dengan bawang putih dan merah serta cabe rawit. Rasa pedas namun segar membuat kami tidak berhenti mencomot Tahu Gejrot yang dihidangkan di mangkuk bernama layah. Admin mencoba Tahu Gejrot ketika berkunjung ke Pusat Grosir Batik Trusmi yang berada di Jl. Syekh Datul Kahfi, Plered, Cirebon.

Masih kenyang dari Nasi Jamblang, lanjut ngemil Tahu Gejrot, rombongan RumahUKM.com pun dibawa ke restoran Empal Gentong dan Empal Asem.
Tahu Gejrot
Ada dimana-mana 😀
Empal Gentong & Empal Asem
Tak terasa sudah tengah hari, kami yang masih kenyang pun dibawa ke Empal Gentong Hj. Dian di kawasan Plered. Berasal dari Desa Batembat, Kec. Tengah Tani, Cirebon, Empal Gentong adalah gulai dengan bahan dasar empal, daging dengan sedikit lemak dan dimasak dalam kuali atau gentong dari tanah liat selama kurang lebih 5-10 jam. Sekilas, kuah Empal Gentong mirip gulai atau soto, disajikan dengan nasi atau lontong dan ditaburi dengan daun kucai, daun bawang, sambal kering. Teman-teman bisa memilih isinya, bisa daging saja atau dengan jeroan.

Siang itu, Admin memutuskan untuk mencoba Empal Asem, versi kuah bening dari Empal Gentong yang bersantan. Enak! Di dalam Empal Asem terdapat irisan belimbing wuluh dan tomat dengan aroma daun salam dan sereh, sehingga terasa segar. Katanya, menu Empal Asem diciptakan di warung Empal Gentong Amarta yang terletak di Jl.

Empal Gentong Hj. Dian
Jl. Ir. H. Juanda No. 84 (Plered-Tengah Tani) Cirebon, 45174.
Jalan-jalan kuliner Cirebon akan dilanjutkan di Icip-icip Kuliner Cirebon part 2!


























