KANALSATU – Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan bisnis pemula menjadi penciptaan tersendiri tenaga kerja di tingkat lokal untuk mengahdapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015.
Penumbuhan UMKM dan bisnis pemula mempunyai andil penting dalam penyusunan kebijakan tenaga kerja diberbagai wilayah. Hal itu, agar kebijakan UMKM dan bisnis pemula berjalan dengan baik, otoritas pemerintah perlu koordinasi antar pembisnis, tenaga ahli, dan perguruan tinggi.
Ketua Badan Koordinasi Sertifikasi dan Profesi (BKSP) Jawa Timur, Setiyo Agustiono mengatakan bahwa masukan dari pebisnis dapat membantu menjamin kandungan pelatihan dapat merefleksikan keterampilan yang sesuai dengan alam kebutuhan pasar tenaga kerja. Otoritas daerah dapat menawarkan insentif untuk mengembangkan pelatihan keterampilan dan kompetensi.
“Tentunya, mendorong sertifikasi kompetensi setiap komponen tenaga kerja UMKM agar dapat menghasilkan produk yang memenuhi standar dan optimal kapasitas produksinya,” kata Setiyo Agustiono, Senin (12/1/15).
Menyoal tentang strategi pemasaran ? Di banyak daerah, masalah strategi pemasaran menjadi perhatian utama untuk dapat berhasil dengan pemasaran inovatif dan modern. Meski sering dilupakan bahwa pemasaran adalah membentuk jaringan dan jaringan harus terjadi antar daerah, provinsi atau negara dengan selalu di update perkembangan permintaan pasar.
“UMKM tidak mempunyai kemampuan pengembangan jaringan pasar dan ini harus dibantu untuk melakukan percepatan pengembangan jaringan pasar oleh Pemerintah daerah sebagai strategi pemasaran,” tegasnya.
Seperti halnya, pengembangan e-commerce merupakan strategi yang dapat membantu memasarkan produknya keluar negeri dengan biaya yang murah. “Sebelum itu, memperkecil kesenjangan digital perlu dilakukan dan sekaligus pembangunan infrastruktur internet,” tandasnya.
Sumber: kanalsatu.com

























