rumahukm.com Lanskap sosial media kelak akan berubah cepat. Data Statista (2024) menunjukkan 82% Gen Z tidak percaya lagi iklan tradisional, dan 61% dari mereka lebih percaya real users dibanding brand. Artinya, tahun-tahun ke depan, platform bukan lagi tempat brand berbicara, tetapi tempat komunitas menguji apakah brand pantas dipercaya.
2026 diprediksi menjadi era trust-based content. Algoritma akan semakin memihak konten yang berasal dari pengalaman nyata seperti UGC, review, honest before-after, dan komunitas yang saling merekomendasikan. Follower count akan menjadi vanity metric. Yang diperhitungkan adalah depth of credibility.
Pak Bi @subiakto menegaskan bahwa brand tumbuh oleh persepsi yang diulang lewat banyak mulut, bukan satu iklan. Maka 2026 akan menjadi tahun di mana brand yang tidak mampu memelihara komunitas, akan hilang dari percakapan digital. Storytelling + bukti = satu-satunya format yang bertahan.
Brand yang ingin relevan di tahun 2026 harus mulai membangun jejak digital yang bermakna, bukan cuma berisik. Bukan berapa banyak yang melihat, tetapi berapa banyak yang percaya.
Penulis: Mayangwangi





























