4 Alasan Kenapa Bisnismu Gagal Membangun Brand Personality

0
60
4 Alasan Kenapa Bisnismu Gagal Membangun Brand Personality

rumahukm.com. Banyak di antara para pelaku bisnis (mungkin termasuk kamu) yang seolah tau caranya menjalankan bisnis, tapi kerap nggak tau bagaimana cara membangun brand yang benar, termasuk perkara brand personality. Kira-kira apa yang membuat bisnismu gagal membangun brand personality yang notabene penting sekali buat keberlanjutan bisnismu sendiri? Berikut beberapa alasan yang mungkin melatarbelakanginya.

1. Nggak punya core value
Brand personality sejatinya terbentuk dari core value dari bisnismu. Kalo value-nya sendiri belum ada atau belum clear, akan susah buat bisnismu menciptakan brand personality yang konsisten dan autentik. Maka dari itu, tentukan dulu tujuan apa yang membuat bisnismu dibangun dan value yang menjadi fondasinya, baru kamu bisa men-deliver corporate culture ke dalam sebuah brand personality.

2. Nggak beresonansi dengan audiens
Jika brand personality-mu gagal memenuhi ekspektasi audiens dan nggak terkoneksi secara emosional dengan mereka, kemungkinan kamu akan punya problem untuk mendapatkan loyalitas mereka. Lakukan sebuah riset market untuk menentukan demografis, kebutuhan, keinginan, preferensi audiensmu untuk membantu menciptakan brand personality yang menarik.

3. Brand voice nggak terbangun
Brand personality-mu semestinya bisa mengkomunikasikan brand voice secara clear dan konsisten dalam setiap touchpoint. Ini berarti kamu perlu punya brand guideline, tone of voice, dan elemen branding penting lainnya. Tanpa ini, kamu bakal berisiko menyampaikan message yang membingungkan ke audiens yang bisa berujung ketidakpercayaan.

4. Menyepelekan betapa pentingnya corporate culture
Beberapa bisnis mungkin menginterpretasikan culture sebagai sesuatu yang “fun”, namun sebetulnya culture adalah elemen penting yang nggak main-main. Sekalipun sekelas UMKM, yang namanya corporate culture itu dibutuhkan. Buat apa? Untuk menyampaikan value dari bisnis dan seisinya. Ini bisa tentang bagaimana setiap karyawan berinteraksi satu sama lain, berkomunikasi dengan customer/audiens, proses apa yang mereka ikuti dan bagaimana mereka menjalankan misi dan visi.

Nah, makanya sebelum membangun brand personality yang benar, kamu perlu merumuskan brand guideline-nya dulu. Kalo nggak, kamu bakal susah mapping dan malah jadi kehilangan arah bahkan kehilangan customer.

Ingin belajar lebih jauh seputar bisnis dan branding? Follow akun IG  @subiaktosubscribe YouTube Subiakto Official, dan baca artikel-artikel insightful di website www.subiakto.com.

 

Penulis: Nungki Mayangwangi

@mayangwangi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here