Baru-baru ini, Pak Bi baru saja bertanya di Instagramnya: Siapa bilang UKM nggak perlu ilmu disruption?
Pak Bi memulai penjelasannya dengan menyebutkan sebuah karakteristik yang umum ditemukan di antara UKM, yaitu membuat produk yang sedang ngetrend. Karena yang membuat produk ngetrend tersebut juga banyak, akibatnya lebih banyak supply daripada demand atau permintaan yang berujung pada perang harga.
Rugi bareng, bangkrut juga bareng-bareng, dan siklus seperti ini akan terus berulang. Padahal, semua pebisnis harus memahami perubahan perilaku konsumen yang sangat penting dan harus diwaspadai. Kalau tidak, bisnis kita akan tertinggal beberapa langkah di belakang mereka.
Sebenarnya, UKM memiliki banyak kelebihan, salah satunya yang Pak Bi sering sebutkan yaitu memiliki sifat cepat. Ingat quote ini, “Now it is not the big that eats the small, but the fast eats the slow (Kini bukan lagi saatnya yang besar memakan yang kecil, tapi yang cepat memakan yang lambat).”
Makanya, UKM juga harus berani beda dan melakukan inovasi yang tidak mungkin ditiru oleh pesaing, sehingga memiliki potensi untuk melakukan disruption. Dengan demikian, UKM sudah membangun kategori baru, lalu jadilah yang nomor satu di dalamnya dengan mengubah aturan main di pasar.
Penulis: Nadia VH


























