JAKARTA – Pemerintah memastikan akan mencabut subsidi listrik pada tahun depan. Pencabutan subsidi akan dilakukan pada pelanggan yang selama ini menggunakan daya 450 volt ampere (VA) dan 900 VA. Pemerintah hanya akan memberi subsidi pada pemilik ’’kartu sakti’’ dan surat keterangan miskin. Sementara itu, para pelaku usaha kecil dan menengah banyak yang mengeluhkan hal itu.
Edward, pedagang dan pemilik usaha bordir di Pasar Senen, berharap penghapusan subsidi listrik dilakukan bertahap mengingat ekonomi tengah masa sulit. ’’Sudah dengar listrik mau naik 100% lebih buat yang 900 VA. Tapi harusnya jangan langsung, kan kami ini juga lagi sulit, orang yang beli lagi sepi-sepinya,’’ kata Edward ditemui di tokonya, Minggu (1/11).
Dia mengungkapkan, sejak pertengahan tahun ini penjualan tokonya terus merosot hingga separuhnya. Pedagang lainnya, Ade, juga berharap pencabutan subsidi listrik bisa dilakukan secara bertahap. ’’Kalau pun harus dihapus subsidi listrik, seharusnya menunggu hingga situasi ekonomi membaik. Kalau lagi susah begini orang malas beli.
Karena buat makan juga susah, harusnya jangan dulu kalau lihat kondisi sekarang. Kita mau naikan harga juga susah, karena harus saingan berat dengan yang lain yang ordernya juga lagi sepi,’’ ungkapnya.
Sumber: Suaramerdeka.com


























