Tips Mengelola Keuangan UKM

0
1111

Manajemen Keuangan adalah bagaimana pengusaha mampu mengelola dan mengatur kondisi keuangan perusahaannya. Mengatur usaha agar tetap berjalan dengan lancar dan baik adalah hal yang selalu di inginkan oleh perusahaan. Perusahaan selalu menginginkan keuntungan disetiap bulannya, keuntungan yang besar adalah hal yang selalu diinginkan oleh pengusaha. Akan tetapi tidak semua pengusaha dapat mengelola uangnya dengan proporsional ketika mereka memiliki uang dalam jumlah yang cukup banyak. Masalah inilah yang kemudian membuat kondisi keuangan usaha kecil cenderung kurang stabil, sehingga mereka belum bisa bersaing dengan pelaku industri yang lebih besar.

Tips manajemen keuangan untuk mengatur kondisi keuangan usaha UKM adalah sebagai berikut:

1. Fokus dalam mengelola keuangan. Bagi anda yang baru memulai menjalankan UKM, anda perlu belajar tahap demi tahap pengelolaan keuangan. hal Yang perlu diperhatian dalam mengelolanya adalah seperti masalah hutang, asuransi, investasi, warisan dan lain-lain. Sebaiknya anda fokus pada satu masalah yang lebih penting terlebih dahulu. Apabila hal tersebut telah terselesaikan, barulah anda pindah pada permasalahan berikutnya. Dengan memberikan perhatian pada satu fokus anda akan menjadi lebih tenang dalam menjalankan bisnis.

2. Meski seluruh pendapatan usaha seluruhnya menjadi milik anda, namun jangan pernah menghabiskan seluruhnya untuk mencukupi keperluan pribadi anda. Permasalahan dalam berbisnis adalah karena anda tidak memperhatikan masalah pemisahan antara uang pribadi dengan uang hasil bisnis. Terkadang anda berpikir bahwa usaha anda masih terbilang kecil dan tidak berpengaruh jika kedua uang tersebut disatukan. Hal ini justru sangat beresiko, karena uang bisnis kemungkinan besar akan terpakai dalam urusan keuangan pribadi, begitu pun sebaliknya. Agar tak terjadi hal yang demikian, kelola uang anda secara bijak dengan memisahkan antara uang pribadi dengan uang bisnis. Simpan uang-uang tersebut di dua tempat yang berbeda. Akan lebih aman jika anda menyimpan uang tersebut di bank, tentu saja dengan membuka rekening baru khusus untuk dana bisnis anda.

3. Menghitung keuntungan adalah aspek yang tak boleh terlewatkan bagi anda para pelaku UKM. Penghitungan keuangan bisa dilakukan sesaat sebelum anda menutup toko. Ketahuilah biaya-biaya pelaksanaan usaha anda seperti keuntungan perhari atau biaya penyusutan. Selain itu, anda perlu memperhitungkan biaya yang akan dikeluarkan di hari-hari berikutnya seperti biaya pembayaran pajak dan bunga pinjaman. Rencana keuangan sangat penting untuk diperhatikan. Seberapa banyak pun modal anda, namun jika anda tidak hati-hati dalam menggunakan uang tersebut maka akan selalu merasa kurang. Hal yang perlu anda pertimbangkan dalam hal ini adalah perhitungan untung dan rugi. Jangan lupa untuk merencanakan pengeluaran sesuai dengan target penjualan serta penerimaan kas.

4. Buat laporan keuangan. anda tak mungkin dapat terus mengingat berapa banyak keuntungan anda atau berapa banyak pengeluaran tanpa adanya pembukuan dan laporan yang mencakup tentang keuangan perusahaan anda. Oleh karena itu, pembukuan memiliki peran yang sangat besar dan penting dalam pengaturan keuangan anda. Buku ini berisi rincian pemasukan, pengeluaran, hutang dan keuntungan kerugian keuangan anda. Catatlah dengan rapi, akan lebih baik pembukuan tersebut anda simpan disusun dalam sistem komputerisasi, pembukuan secara mencatat manual pun sangat berguna untuk backup data keuangan dll apabila sewaktu-waktu computer anda mengalami masalah. Dengan pembukuan yang rapi, anda akan lebih mudah mengontrol dan mengevaluasi perkembangan bisnis.

5. Monitor laju investasi. Kebanyakan orang hanya melakukan pengecekan investasi tanpa rutin mengawasinya. Mereka menganggap tanpa diawasi, investasi mereka akan terus meningkat. Hal ini tidak selalu terjadi, tak jarang bentuk investasi hanya stagnan di satu titik dalam waktu yang cukup lama. Hal ini jelas tidak menguntungkan anda. Oleh karenanya, lakukan pemonitoran setidaknya 6 bulan sekali.

6. Segera lunasi hutang. Peminjaman uang dengan tujuan untuk mengembangkan usaha memang masih dianggap wajar. Namun, siapapun tidak akan tenang apabila masih terganjal oleh hutang, terlebih lagi jika kondisi keuangan anda sedang tidak stabil. Oleh karenanya, pikirkan matang-matang cara pelunasannya. Bagi yang belum pernah meminjam, berhutang adalah hal yang sah-sah saja tapi usahakan untuk mengurangi resiko berhutang dan segeralah membayarnya.

7. Sisihkan dana usaha untuk memperluas networking. Dalam dunia usaha, networking menjadi salah satu modal usaha yang perlu anda miliki. Karenanya, tak ada salahnya bila anda menyisihkan pendapatan usaha anda untuk memperluas jaringan bisnis yang anda miliki. Contohnya saja seperti bergabung di komunitas bisnis yang sejalan dengan bidang usaha anda.

8. Pergunakan dana usaha anda untuk meningkatkan ilmu dan skill yang anda miliki. Kendati sebagai pelaku usaha anda sudah cukup kenyang makan asam garam kehidupan, akan tetapi ilmu dan keterampilan bisnis juga terus berkembang. Jadi, sebagai pelaku UKM anda juga harus terus belajar baik melalui buku-buku bisnis, majalah bisnis maupun melalui seminar-seminar bisnis yang bisa membekali diri anda dalam menjalankan roda usaha.

9. Gunakan sebagian untuk kebutuhan refreshing. Tak hanya fisik saja yang membutuhkan suplemen untuk bisa tetap fit dalam bekerja. Untuk menyegarkan pikiran kita, tak ada salahnya bila sebagai pelaku UKM anda menyisihkan pendapatan untuk memanjakan diri kita dengan mengadakan aktivitas-aktivitas menyenangkan.

10. Pastikan dan tidak lupa dana usaha anda disimpan untuk investasi. Kebanyakan dari mereka hanya memikirkan kebutuhan untuk hari ini, tanpa menyiapkan tabungan untuk hari esok. Usahakan untuk memikirkan jangka panjang kehidupan anda.

Mengatur keuangan adalah hal penting yang harus anda pelajari dan kuasai. Cobalah untuk memulainya secara bertahap, konsisten dan fokus niscaya kondisi keuangan anda akan mengalami kemajuan.

Sumber: enterpriseasiamagazine.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here