CIANJUR – Kondisi ekonomi yang saat ini melemah, memberikan dampak yang luas ke semua sektor. Usaha Kecil Menengah (UKM) secara signifikan otomatis menjadi pilihan untuk meminimalisir angka pengangguran yang terjadi karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di perusahaan-perusahaan.
“Saat ini harus pintar cari peluang, jangan sampai ketinggalan orang lain. Tentunya, semua orang ingin maju dan sukses di segala usaha atau bisnis apa pun juga. Maka dari itu, pemerintah harus mendukung dan bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja UKM,” kata Yanti (40), seorang pemilik warung nasi di Ciranjang.
Pantauan Radar Cianjur (Grup Pojokjabar.com), di Cianjur Timur banyak pedagang yang bergerak di bidang bisnis makanan, baik itu memproduksi kue, warung nasi, warung kopi, dan usaha rumah makan kecil. Mereka tentunya sangat mengharapkan bantuan, misalnya program dana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur melalui Koperasi dan UKM.
“Para pelaku bisnis UKM akan bisa tetap meningkatkan penghasilannya di tengah gejolak lemah ekonomi saat ini. Menjamurnya para pelaku UKM di Cianjur tentu akan mengurangi angka pelangguran juga,” kata Iwan (50), pemilik warung nasi lainnya.
Seperti diketahui, pemerintah pusat melalui Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Ngurah Puspayoga, seringkali memaparkan bahwa pihaknya akan terus menumbuhkan UKM, sehingga kesejahteraan rakyat bisa meningkat. Salahsatu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan cara menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang sebelumnya 22 persen, menjadi 12 persen, dan akan turun lagi menjadi sekitar 9 persen pada tahun depan.
Menurut Ketua Patriot Nasional Cianjur, Fendi Yuda, hal ini merupakan kebijakan dan langkah baik, dan bisa menjadi motivasi bagi warga, termasuk di Cianjur.
“Kita harus jemput bola, jangan hanya diam. Dan bantuan tersebut harus bisa terserap tepat sasaran di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sumber: pojoksatu.id

























