JAKARTA — Kinerja penjualan kendaraan bermotor yang mengalami tren penrunan membuat PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) berencana mengalihkan penyaluran kredit ke sektor usaha kecil dan menengah (UKM).
Vera Eve Lim, Direktur Keuangan Bank Danamon, mengatakan kinerja penjualan kendaraan bermotor sangat mempengaruhi kinerja penyaluran kredit perseroan. Pasalnya,pembiayaan kendaraan bermotor melalui anak usaha PT Adira Dinamika Multifinance mencapai 35,5% terhadap total portofolio pinjaman.
“Kalau industri otomotif masih minus kami akan alihkan ke segmen yang lebih siap,” terangnya seperti dikutip dari Haria Bisnis Indonesia, Jumat (17/4/2015).
Per Maret 2015, penyaluran kredit Bank Danamon stagnan di angka Rp135,64 triliun, didorong penurunan portofolio pinjaman Adira sebesar 1%.
Hingga akhir tahun, Bank Danamon menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 10%. Vera menyebut, penurunan akan lebih didorong oleh sektor usaha kecil dan menengah (UKM), komersial, dan trade finance. “Kalau industri otomotif masih minus kami akan alihkan ke segmen yang lebih siap,” terangnya.
Per Maret 2015, penyaluran kredit perseroan ke segmen UKM mencapai Rp21 triliun. Pangsa pasar juga meningkat 40 basis poin menjadi 6,6%. Sementara itu, kredit ke segmen komersial naik 11% menjadi Rp15 triliun. Adapun, portofolio trade finance naik 24% menjadi Rp24 triliun.
Sumber: Bisnis.com






























