
Teman-teman UKM, ternyata desain kemasan juga berperan besar lho dalam penjualan produk kita. Packaging adalah ‘Silent Salesman’, karena kemasan menjual produk dalam diam. Ternyata, customer yang berbelanja di supermarket akan melihat kearah setiap produk yang ada selama 3-5 detik. Saati itulah produk harus bisa “berkomunikasi” dan mengundang customer untuk membelinya. Agar customer tertarik membeli produk kita, maka produk harus memiliki desain kemasan yang unik dan menarik. Setelah mereka tertarik, tentunya customer akan melakukan penelitian dan perbandingan dengan produk sejenis.
Desain kemasan produk harus dibuat sebaik, semenarik, dan seunik mungkin karena brand yang kuat atau logo yang menarik tidak akan berhasil membuat customer tertarik pada produk yang kita jual. Berikut adalah hal yang harus diperhatikan ketika teman-teman UKM dalam memilih desain produk.
Buatlah Sesimpel Mungkin

Keep It Simple! Dengan menjaga desain kemasan produk agar tetap sederhana, maka akan menguntungkan teman-teman dikemudian hari. Hal yang perlu diingat adalah desain kemasan produk harus menyajikan apa yang seharusnya disajikan. Hindari menggunakan warna yang berlebihan dan desain yang tidak relevan dengan produk. Misalnya, jangan sampai produk bakso ikan malah bermaskot tapir 🙂 Desain kemasan produk harus mengandung detail mengenai produk yang dijual. Jangan lupa untuk menyertakan peringatan yang berlaku, misalnya petunjuk penyimpanan, tanggal kadaluarsa, atau peringatan bahan yang kemungkinan menyebabkan alergi.
Ada baiknya melakukan perubahan pada desain kemasan produk, setidaknya setiap dua tahun agar membuat customer tidak bosan dan berpaling ke produk kompetitor.
Riset, riset, riset
Market Positioning dan Branding merupakan dua hal yang sangat penting dalam pembuatan desain kemasan produk. Mengetahui target pasar yang dituju termasuk kedalam pengidentifikasian harapan pelanggan terhadap suatu produk. Jangan lupa, teman-teman juga harus mempelajari kompetitor, baik dari keunggulan maupun kelemahannya.
Lokasi penjualan
Jika teman-teman menjual produk secara online, desain kemasan ternyata harus dibuat sedikit berbeda dibandingkan dengan menjual produk di toko. Customer tidak bisa menyentuh dan merasakan produk sebelum membeli, sehingga desain kemasan produk harus menarik bagi indra lainnya. Untuk produk online, biasanya mereka membuat packaging sesimpel mungkin, terutama apabila mengedepankan bahan yang “all-natural” sebagai andalan produknya.

Sedangkan jika produk dijual di toko, teman-teman harus membuat desain kemasan produk jauh lebih menarik, karena produk akan berada dalam rak supermarket yang tentunya berdampingan dengan produk lainnya. Jika desain kemasan produk tidak menarik, maka customer akan melirik produk kompetitor.
Tulisan harus jelas terbaca
Produk teman-teman bisa saja dijual lewat online maupun juga tersedia di toko. Namun, teks yang tertera pada kemasan produk harus tertera jelas dan dapat dibaca. Warna teks harus menyatu dengan keseluruhan desain kemasan produk. Jangan sampai kebanyakan tulisan, customer kan tidak punya banyak waktu untuk membandingkan produk. Jika customer kesulitan untuk membaca tulisan yang ada di kemasan produk, besar kemungkinan mereka akan memilih untuk membeli produk kompetitor.
Go green!
Semakin besarnya isu global warming, maka semakin banyak pula customer yang menjadi lebih sadar tentang bagaimana produk yang mereka beli akan mempengaruhi isu-isu lingkungan. Untuk saat ini, konsep green packaging dalam desain kemasan produk ini sudah dianjurkan oleh Kementerian Pariwisata Indonesia. Desain kemasan produk tidak hanya mengenai bentuknya yang menarik, tetapi bahan yang digunakan juga harus ramah lingkungan.
Kualitas kemasan ikut menentukan

Investasi dalam kemasan berkualitas tinggi akan meyakinkan customer kalau mereka membeli sesuatu yang bernilai. Kemasan mewakili brand, apabila kemasannya mudah rusak atau terlihat murah, customer mana yang akan percaya dengan produk kita? Pertimbangkan juga berapa lama produk akan berada di rak-rak toko atau dalam proses distribusi. Oleh karena itu, bahan kemasan yang digunakan harus mampu menahan unsur-unsur yang terdapat dalam produk tersebut.
Diadaptasi dengan berbagai perubahan dari: http://blog.sribu.com/2014/03/10/10-resep-jitu-membuat-desain-kemasan-produk-yang-memukau/





























