Korps Diplomatik Tertarik Produk UMKM Wonosobo

0
940
MENCICIPI- Korps Diplomatik yang terdiri dari 4 duta besar dari Cuba, Hongaria, Tunisia, dan Laos, serta konsuler jenderal dari 16 negara mencicipi makanan khas wonosobo carica. (Foto: Radar Pekalongan)

WONOSOBO – Korps diplomatik yang terdiri dari 4 duta besar dari Cuba, Hongaria, Tunisia, dan Laos, serta konsuler jenderal dari 16 negara, mengaku tertarik dengan produk olahan hasil industri UMKM yang ada di Wonosobo

Beberapa hasil olahan carica, seperti sirup carica, selai carica dan manisan carica kering, produk olahan khas Wonosobo, jarang ditemui di negara lain. Hal itu disampikan saat mereka berkunjung ke pusat pengolahan buah khas Wonosobo, carica, milik Trisila Juwantara di Kampung Munggang Kalibeber, Sabtu, (6/6).

Seperti yang diungkapkan Mourad Belhassen, duta besar asal Tunisia ini, yang mengaku tertarik dengan semangat para pengusaha UMKM Wonosobo dalam memanfaatkan sesuatu yang khas di wilayahnya menjadi industri skala kecil dan menengah yang bisa menciptakan lapangan usaha serta bisa menggerakkan ekonomi masyarakat dalam skala luas.

Mourad terpukau dengan antusias masyarakat setempat yang kreatif mengelola hasil bumi yang khas di tempatnya menjadi komoditas bernilai jual tinggi.

Ia bersama beberapa duta besar dan konsuler jenderal lain siap membantu produk UMKM Wonosobo untuk dipasarkan di negara mereka, minimal ikut membantu promosi pemasaran produknya.

Sementara Trisila Juwantara, pemilik CV Yuasa Food, mengaku cukup bangga dengan apresiasi yang ditunjukkan para korps diplomatik dan siap untuk lebih mengembangkan produksinya, jika mereka tertarik untuk ikut memasarkan produknya ke manca negara.

Hal ini sesuai dengan semangat awal dirinya saat memulai usaha di tahun 2001, dalam membuat sirup dari buah carica, yang saat itu belum begitu banyak di Wonosobo.

Saat ini ia bisa merekrut sekitar 30 tenaga kerja, dengan hasil olahan tidak melulu carica saja tapi sudah berkembang di bidang pengolahan buah dan sayuran lainnya seperti kacang dieng, terong dieng, beberapa jamur yang tumbuh di Dieng seperti jamur putih, jamur kuping, jamur tiram, jamur lingzi, serta ubi ungu, talas dan kentang. Pasarnya pun sekarang sudah berkembang termasuk mampu menembus beberapa swalayan besar skala nasional.

Setelah kunjungan, anggota korps diplomatik selain membeli beberapa produk tersebut, beberapa diantaranya membawa dalam jumlah cukup banyak untuk dijadikan contoh produk di negaranya.

Sumber: radarpekalonganonline.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here