Komunike ASEAN Macet

0
744
Ilustrasi ASEAN

KUALA LUMPUR — Negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN belum mengeluarkan kesimpulan sebagai penutup pertemuan regional di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (6/8). Menteri Luar Negeri Singapura, K Shanmugam, mengatakan, masih ada perdebatan dalam hal sengketa Laut Cina Selatan.

“Komunike bersama seharusnya diselesaikan kemarin, namun hingga sekarang belum final,” kata Shanmugam dalam konferesi pers. Menurutnya, ada beberapa masalah di paragraf yang berhubungan dengan Laut Cina Selatan.

Tidak ada kesepakatan tentang bagaimana paragraf tersebut seharusnya dibuat. Hal ini menunjukan adanya perpecahan pendapat antarnegara ASEAN. Shanmugam tidak berkomentar lebih jauh.

Ketegangan di Laut Cina Selatan telah mendominasi pembicaraan selama pekan ini. Para menteri luar negeri ASEAN kompak menolak permintaan dari Cina untuk tidak memasukan isu sengketa dalam agenda pembicaraan.

Draft komunike sebelumnya mengatakan, ASEAN prihatin atas perkembangan di Laut Cina Selatan. ASEAN menekankan, tidak boleh ada ancaman atau kekerasan dalam menyelesaikan sengketa wilayah.

ASEAN juga menyatakan, keprihatinan atas lambatnya negosiasi atau diskusi untuk menyelesaikan kode etik. Kode etik tersebut bertujuan mengikat Cina dan ASEAN untuk menjaga perilaku di wilayah agar kestabilan dan perdamaian tetap terjaga.

Sementara, Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi pada Rabu mengatakan bahwa Beijing telah menghentikan reklamasi lahan di wilayah sengketa kepulauan Spratly. Namun, pernyataannya tidak terlalu meredam ketegangan.

“Cina telah menghentikannya. Anda ingin lihat? Naik pesawat saja dan lihat apa ada yang masih membangun,” kata Wang dalam pertemuan, dikutip Sidney Morning Herald.

Pertemuan regional di Kuala Lumpur kemarin juga dihadiri oleh menteri luar negeri AS John Kerry. Cina terlibat bentrok dengannya dan menuduh AS telah melecut kekisruhan antara negara bersengketa.

“Negara yang tidak ada di wilayah seharusnya menghormati upaya yang telah dibuat Cina dan negara-negara ASEAN,” kata Wang pada Kerry. Cina bersikeras menolak keterlibatan negara asing di luar wilayah Asia.

Kerja sama ekonomi

ASEAN mengusung sejumlah agenda kerja sama ekonomi di sela pertemuan antarmenteri luar negeri ASEAN. Dalam rilis dari Kemenlu, Kamis, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menegaskan, kerja sama perdagangan dan investasi, termasuk infrastruktur harus merata dan terintegrasi dengan pertumbuhan ekonomi, terutama antara ASEAN dan Jepang. Khusus Indonesia, akan berkomitmen memaksimalkan potensi perdagangan dnegan negara mitra wicara melalui Perdagangan Bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru.

Agenda lainnya adalah membahas kerja sama untuk meningkatkan usaha kecil dan menengah (UKM) di wilayah ASEAN. Selama tiga tahun terakhir, ASEAN bekerja sama dengan Korea Selatan di bawah koordinator Indonesia keberhasilan tertinggi dicapai di bidang pertanian dan UKM.

Kerja sama ASEAN-Korea Selatan telah mencapai 129 proyek. Sebanyak 71 proyek telah selesai diimplementasi, 24 proyek sedang berjalan, dan 34 proyek akan selesai hingga akhir 2015.

Setelah 2015 ini kepemimpinan ASEAN akan diserahkan pada Kamboja. Sementara itu, Indonesia akan mengambil alih koordinator kerja sama ASEAN-Selandia Baru 2015 hingga 2018 dari Laos.

Sumber: republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here