Keren! Pulang dari Korea Mahasiswi Ini Dirikan Korean Private Class

0
1064

SUASANA kantin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsyiah ramai hari itu. Di pojok kantin duduk mahasiswi yang sedang mengobrol dengan antusias. Sesekali tersenyum manis sambil meneguk minuman es cappucinonya.

Salah seorang di antaranya adalah Irma Kharisma, mahasiswi tingkat akhir di Jurusan Biologi FKIP Unsyiah. Gadis yang lahir di Kuala Simpang, Aceh Tamiang pada 24 Juli 1991 ini pernah mengikuti program student exchange atau pertukaran pelajar ke Korea. Program ini merupakan hasil kerjasama antara Unsyiah dengan Jeju National University, Korea.

Mahasiswa yang punya segudang prestasi ini tak pelit ilmu, berbekal bahasa Korea yang dikuasainya, ia mendirikan Noona Tanyoe Private (Korean Private Class) setelah kembali pulang ke Aceh.

Cerita Irma bisa menginjakkan kaki di negeri ginseng itu karena ia punya keinginan belajar di luar negeri yang kuat. Hasrat inilah yang mengantarkannya bisa berada di negara asal K-Pop itu pada 2013 lalu. Dalam program itu Irma bersama dua peserta lain yaitu Dewi Karlina Batubara dan Qirrata Aini.

“Barangsiapa menuntut ilmu, maka ditingkatkan derajatnya,” ujar gadis yang biasa disapa Irma ini mengutip bunyi salah satu hadis kepada ATJEHPOST.co dua hari lalu.

Semangat belajarnya yang tinggi membuat Irma mampu menyerap dengan cepat apa yang dipelajarinya di sana. Selama setahun di Korea, ia tak hanya mahir berbahasa Korea, tapi juga mempelajari kebudayaannya, kehidupan sosialnya, bahkan sempat mengambil kelas Business International selama di sana.

Gadis yang sedang menjabat sebagai Duta Bahasa Provinsi Aceh ini mengaku niatnya untuk ke Korea tak mulus begitu saja. Awalnya ia sempat kesulitan mendapat izin dari orang tua, maklum sebagai negara yang mayoritas penduduknya bukan muslim, sangat sulit mencari makanan halal di sana.

“Waktu pertama kali bilang ke orang tua, ayah emang enggak setuju, tapi setelah saya kasih penjelasan segala macam, orang tua mempertimbangkan keputusan saya dan akhirnya seminggu kemudian saya dapat izin,” lanjut dara yang pernah meraih Juara 2 Summer Course International Students Korean Speech Competition, Jeju National University ini.

Tak kehilangan akal, untuk menyiasatinya Irma memilih menjadi vegetarian. Ini opsi yang dibuatnya untuk menghindari mengonsumsi makanan berbahan daging yang diragukan kehalalannya.

Menurut pemenang juara 3 Olimpiade Sains Nasional Pertanian Cabang Biologi  Provinsi Aceh tahun 2012 ini, banyak mahasiswa yang pintar, tetapi sedikit yang dapat keluar negeri karena terkendala izin dari orang tua yang masih khawatir anaknya tidak bisa menjaga diri, “kakak lihat, banyak di sini mahasiswa yang pintar, tapi nggak dikasi izin sama orang tuanya. Makanya kita sebagai anak, tunjukkan sikap yang baik dan hindarkan diri dari melakukan hal-hal negatif supaya orang tua percaya kita dapat menjaga diri,” katanya.

Selain sibuk kuliah, ia juga punya rutinitas lain yaitu merampungkang skripsinya. Di samping itu alumni SMA 3 Banda Aceh ini juga aktif mengajar di bimbingan belajar SSC Banda Aceh. Ia juga mengajar les privat untuk bahasa Korea melalui Noona Tanyoe Private yang dibentuknya.

Selain deretan prestasi di atas, Irma juga menyimpan koleksi berbagai prestasi lainnya seperti menjadi perwakilan Aceh dalam pemilihan Duta Bahasa Nasional pada 2014 lalu. Ia pernah mendapat Juara 2 Winter Course International Student Korean Speech Contest, Jeju National University 2014 dan Juara 2 Festival Kebudayaan Mahasiswa Internasional, Jeju Island South Korea dengan menampilkan tari saman.

Saat ini ia aktif di organisasi JISO (Jeju International Student Organization). Tahun lalu ia juga aktif di BEM Unsyiah sebagai Sekretaris Menteri Luar Universitas dan pernah aktif di UKM LDF Al Mudarris FKIP dan di UP3AI. Pernah juga ia menjadi sebagai tim komisi pengawasan DPMU dan bendahara di Himpunan Mahasiswa Biologi Unsyiah.

Sebagai mahasiswa, Irma berprinsip “perihnya belajar akan kutanggung, lelahnya mengumpulkan pegalaman akan kutahan”. Kata-kata itu merupakan motto dalam menjalani hidupnya sebagai mahasiswa.

“Jika ingin meraih prestasi yang gemilang, belajarlah dengan keras bukan hanya belajar cerdas, karena seyogyanya orang yang belajar cerdas adalah orang yang telah melewati fase-fase belajar keras. A real smart people never believe in study smart, but they believe in study hard,” ujarnya.

Sumber: atjehpost.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here