Jangan pandang sebelah mata peran wirausaha kecil dan menengah

0
802

Merdeka.com – Kontribusi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terhadap perekonomian nasional sangat besar. Sektor UMKM menyumbang 60 persen terhadap perekonomian Indonesia. Sisanya atau 40 persen berasal dari korporasi besar yang menjalankan usahanya di Indonesia.

“Jadi kita jangan main-main dengan UMKM. Bahkan, penyerapan tenaga kerja hampir 91 persen di sektor usaha kecil,” ujar staf ahli Menteri BUMN Destry Damayanti dalam acara microfinance forum di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu (11/3).

Dengan besarnya peran terhadap perekonomian nasional, sektor UMKM perlu diperkuat. Salah satu caranya dengan meningkatkan jumlah pelaku usaha mikro dan menengah.

Sampai saat ini jumlah pelaku usaha mikro dan menengah di Indonesia masih sangat minim, hanya 1,6 persen dari populasi rakyat Indonesia.

“Negara berkembang umumnya memiliki pelaku usaha mikro itu 2 persen,” ucap dia.

Sektor perbankan, baik bank swasta maupun milik pemerintah, dipandang punya potensi besar untuk membantu meningkatkan jumlah pelaku usaha mikro dan menengah. Caranya melalui pembiayaan atau pinjaman. Destry melihat, perbankan memiliki aset paling besar jika dibandingkan sektor lainnya. Dia mengambil contoh aset perbankan pelat merah.

“Yang dominasinya tinggi adalah jasa keuangan. Aset sebesar Rp 1.500 triliun itu BNI, BRI dan Mandiri. Sedangkan, Rp 4.200 triliun untuk semua BUMN. Ini menunjukkan betapa besar potensi perbankan untuk mendorong ekonomi kita. Bank swasta juga masuk ke mikro, karena ladang ini sangat potensial sekali,” jelasnya.

Sumber: Merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here