Tertipu miliaran rupiah dalam suatu investasi proyek tidak membuat Alice Norin kapok berbisnis. Aktris, model, dan mantan disc jockey (DJ) ini justru terpacu untuk segera bangkit dan kembali memulai usaha dari awal. Dia memilih membuka toko online produk busana khusus perempuan, 8wood, bersama suaminya, Alvin Yudha, pada awal 2013. Toko tersebut kini telah menjelma menjadi mal online .
Dengan wawasan gaya hidup dan fashion serta kreativitas yang dimilikinya, Alice berhasil melesatkan 8wood. Busana model terbaru, berkualitas, dan harga terjangkau menjadi andalan. Kini sudah lebih dari 200 merek yang bergabung termasuk dari mancanegara.
Bagaimana kiat bis-nis dan target Alice selanjutnya? Berikut wawancara dengan perempuan yang baru-baru ini menjadi salah satu pembicara di ajang Tech in Asia Conference 2015 itu.
Kenapa Anda memilih bisnis toko fashion online ?
Berbisnis fashion bisa dikatakan sudah menjadi obsesi saya sejak lama, meski sebenarnya saya tidak punya latar belakang bisnis sama sekali. Pada 2011 saya sudah bersiap memulainya. Tapi ada rekan menawarkan bisnis investasi dengan janji profit bulanan menggiurkan. Tapi tidak sampai setahun, partner saya kabur. Dana yang kami investasikan senilai Rp6 miliar baru kembali sebagian kecil. Sisanya sirna. Kami sempat down .
Tapi saya dan suami sepakat untuk cepat bangkit. Dengan modal minim dan seadanya, kami mencoba memulai bisnis fashion dengan brand sendiri. Kami melihat penjualan secara online lebih murah dibanding offline . Pada Februari 2013 kami pun resmi membuka www.8wood.id. Inventory based pertama kali di garasi rumah.
Anda bekerja sama dengan pihak lain?
Sisa modal yang hanya Rp60 jutaan kurang untuk terus membuat produk sendiri secara besar-besaran. Maka kami pun menggandeng brand-brand lokal untuk bergabung dengan sistem konsinyasi. Saat ini, sebagai mal online , kami juga menyediakan berbagai produk dari UKM lokal dengan persentase bagi hasil 30% untuk 8wood dan 70% untuk pemilik produk.
Koleksi pakaian yang kami tawarkan mulai dari baju, dress , atasan, kemeja, celana, jins, denim, rok, blazer, sweater , jaket, cardigan , tas, sepatu, flat shoes , heels , wedges , boots , sandal, aksesori, kalung, gelang, cincin, kacamata, parfum, make up , pakaian renang dan bikini. Kisaran harganya Rp50.000-400.000.
Bagaimana strategi pemasaran 8wood?
Kira-kira setahun sebelum launching kami sudah menyosialisasikan lebih dulu brand dan branding 8wood melalui media sosial. Saat itu produknya belum ada. Karena banyak yang penasaran, banyak yang menunggu-nunggu produk kami, begitu meluncur pembelinya sudah antre. Kami pun membiarkan 8wood berkembang secara organik karena tidak punya cukup dana untuk iklan dan promosi.
Kegiatan pemasaran lebih banyak via media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Facebook. Instagram paling efektif karena visual sangat penting bagi bisnis online seperti kami. Promosi kami juga banyak dibantu oleh teman-teman selebritas dan blogger melalui testimoni mereka.
Dari sisi perusahaan, bagaimana proses perkembangan 8wood ?
Karena sumber daya manusia yang terbatas, saya dan suami tentu banyak merangkap kerjaan. Saya tidak hanya memilih desain dari produk 8wood, tapi juga memikirkan sisi kreatif untuk pemasaran. Yudha memimpin aspek keuangan. Dalam setahun modal kami sudah kembali dan bisnis ini profitable sekali.
Alhamdulillah, dari awalnya hanya tiga orang dan memulai semuanya dari garasi rumah, kini kami sudah memiliki 27 staf serta gudang dan kantor sendiri. Pada Mei 2015 kami mendapatkan investor dari Ideasource, salah satu perusahaan modal ventura yang berbasis di Jakarta. Kami pun bisa semakin mengembangkan bisnis. Mengenai jumlahnya, tidak perlu disebutkan ya hehe- he. Saat ini rata-rata 200 pieces produk terjual dalam sehari. Kami banyak menerima tawaran kerja sama dari berbagai brand lokal yang kemudian akan kami seleksi. Yang sesuai dengan kriteria 8wood tentu kami ajak bergabung.
Mudahkah membangun brand ?
Tidak mudah karena tentu selalu ada kendala yang harus dihadapi. Apalagi saya sebelumnya tidak pernah berbisnis. Tapi kita akan menemukan jalannya dengan ketekunan. Dalam berbisnis kita harus fokus dan selalu memastikan segala sesuatunya on the track, baik dalam urusan pemasaran, penanganan, dan penyimpanan produk, pengembangan produk, termasuk meyakinkan calon partner. Kendala membuat kita semakin paham selukbeluk bisnis yang kita jalani.
Apa target dan rencana Anda untuk 8wood tahun depan?
8wood akan kembali memasarkan produk ke luar negeri setelah tahun ini lebih fokus ke pasar domestik yang begitu besar. Dulu kami sempat meladeni pasar mancanegara secara signifikan seperti ke AS, Singapura, dan beberapa negara lain di Asia Tenggara. Kami pun sedang mengembangkan aplikasi untuk Android dan iOS. Saya sendiri juga sedang mengembangkan startup baru dengan model bisnis berbeda yang belum bisa dipublikasikan saat ini. Targetnya diluncurkanakhir tahun ini atau awal tahun depan.
Dengan pengalaman Anda membangun 8wood, apa saja kiat memulai bisnis startup bagi pemula?
Tips saya, pilih bidang yang disukai atau diminati agar kita enjoy ketika menjalankannya. Yang terpenting, kalau sudah punya ide, do action! Karena kita tidak akan pernah tahu seperti apa bisnis yang akan kita geluti sebelum benarbenar mencoba dan menggelutinya secara langsung.
Saat ada kendala atau gagal, cepat bangkit, coba dan coba lagi! Ingat, setiap bisnis tentu memiliki risiko. Industri startup saat ini begitu menjanjikan. Semakin banyak masyarakat yang aktivitas kesehariannya tak lepas dari internet. Jadi, langsung memulai saja. Ini adalah salah satu cara untuk mengasah kemampuan dan kreativitas kita. Secara langsung kita bakal terasah menjadi entrepreneur andal.
Sumber: Koran-sindo.com

























