Bandung – Era globalisasi tak bisa dibendung lagi. Para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) pun dituntut berbenah. Kini, digitalisasi produk merupakan hal lumrah.
Pentingnya digitalisasi itu diungkapkan Himpunan Pengusaha (Hipa) Bandung. Ketua Hipa Bandung Deki Wicaksono mengatakan, digitalisasi ini bagus untuk branding. Setidaknya, digitalisasi memberi dampak positif untuk mendongkrak omset penjualan.
“Dengan digitalisasi ini, produk UKM bisa didongkrak omsetnya hingga 20-30%. Tapi, memang untuk penjualan bisnis itu tetap sistem konvensional yang dilakukan secara langsung tidak bisa dilupakan,” kata Deki kepada INILAH, Senin (11/5).
Dia menuturkan, dengan adanya program digitalisasi yang dilakukan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) sangat membantu para pelaku UKM. Terlebih, dengan dana sekitar Rp300-500 ribu, pelaku UKM bisa memiliki website dan toko online sendiri.
Selama ini, untuk membuat situs pribadi itu membutuhkan dana yang lebih besar. Deki mengaku, mereka yang ingin memiliki situs dan toko online sendiri itu harus mengantongi budget sekitar Rp1 juta.
“Apa yang dilakukan Telkom itu sangat membantu. Khususnya, bagi para pelaku UKM yang ingin naik kelas. Apalagi, aplikasinya terbilang mudah digunakan,” ucapnya seraya menyebutkan seluruh anggota Hipa Bandung merespons positif atas program tersebut.
Mereka yang masuk menjadi anggota Hipa Bandung ini tergolong pengusaha ril yang berusaha di berbagai bidang. Selain kuliner, pengusaha-pengusaha itu menjalankan bisnis di bidang properti, konveksi, stiker, bengkel motor, hingga showroom mobil.
Sebagai komunitas bisnis, Hipa Bandung memberikan semacam supervisi bisnis. Tak hanya bertukar informasi, mereka yang tergabung dalam organisasi ini pun mendapat bimbingan gratis dari pelaku bisnis yang sudah sukses. Setiap bulan, rutin diadakan diskusi bisnis yang digelar di kafe.
Senada dengan itu, Ketua Sahabat UKM Bandung Andri Juwandi mengaku program ini sangat tepat dan peluangnya besar. Pasalnya, selama ini pelaku UKM di seluruh Indonesia sangat membutuhkan aplikasi atau layanan yang akan membantu usaha.
“Layanan yang disediakan Telkom seperti website, toko online, aplikasi akuntansi, dan kemudahan transaksi ini sangat dibutuhkan para sahabat UKM,” ucap Andri.
Terlebih, lanjutnya, dalam waktu dekat ini pelaku UKM akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
PT Telkom menangkap potensi besar dunia UKM. Sebagai perusahaan teknologi informasi, Telkom mendukung agar pelaku UKM itu untuk go digital.
Executive General Manager Telkom Divisi Business Service Yusron Haraiyadi mengatakan, melalui program Bina Aspirasi untuk Gerakan Sejuta UKM (BAGUS) di seluruh Indonesia ini pihaknya akan menerapkan teknologi infomasi dan mempermudah para pelaku UKM dalam menjalankan usahanya.
“Kini, Telkom semakin fokus untuk menggarap pasar bisnis UKM. Target kami di tahun 2015 ini, sebayak satu juta pelau UKM bergabung dalam program IndiPreneur,” kata Yusron pada launching BAGUS Indonesia, beberapa waktu lalu.
Hingga saat ini, lebih dari 300 ribu pelaku UKM terdaftar dalam www.smartbisnis.co.id. Situs registrasi ini disediakan secara cuma-cuma. Para pelaku UKM dapat memanfaatkan situs tersebut untuk promosi, forum komunitas, konsultasi, diskusi, hingga persoalan lain mengenai UKM.
Sumber: Inilah.com



























