Perekonomian Kepri pada pertengahan awal tahun diprediksi melesu. Sebenarnya tak hanya Provinsi Kepri, melemahnya perekonomian ini menjadi gambaran hampir di seluruh penjuru negara. Sehingga Kepri ikut terkena imbasnya.
Kondisi ini semakin dipersulit dengan kondisi keuangan Kepri yang mengalami defisit signifikan. Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Rudy Chua menuturkan, selayaknya pemerintah dalam kondisi ini, menumpahkan uang kepada masyarakat, untuk membantu perputaran ekonomi. Dalam menjalani perannya sebagai stabilisator ketika perekonomian melemah.
“Tapi saat ini pemda sendiri masih mengalami defisit. Saya nyatakan di sini, nyaris tidak ada peran pemda dalam membantu perekonomian di pertengahan awal 2016, karena defisit ini,” ucap Rudy saat dihubungi koran Batam Pos (group batampos.co.id), Minggu (7/2) kemarin.
Kendati demikian, bukan berarti pemda hanya berpangku tangan menerima kondisi yang ada. Rudy menuturkan, Pemprov Kepri secepatnya mengupayakan pertahanan agar usaha-usaha kecil tak mengalami kebangkrutan. Hal tersebut dapat ditempuh dengan menjalankan dua cara. Yakni mempermudah regulasi bagi usaha-usaha kecil di Kepri dan memberikan bantuan modal.
“Karena kita mengharapkan perusahaan kecil mampu menjadi penompang dalam keadaan krisis seperti ini,” tutur Rudy.
Ia menjelaskan bahwasannya usaha-usaha kecil seperti penjual kaki lima dan industri kecil sampai menengah lainnya, tidak memiliki kredit bank dan juga pinjaman dengan nilai yang besar selayaknya perusahaan besar.
“Paling mereka hanya punya hutang dengan koperasi keliling. Jadi justru sebaiknya pemda memperkuat ribuan usaha kecil yang tersebar di Kepri,” jelasnya.
Aksi ini dilakukan, dengan harapan usaha-usaha kecil ini mampu menjadi pagar yang kuat dalam badai krisis yang mulai terlihat di depan mata.
Sementara terkait dukungan regulasi oleh pemda, Rudy menerangkan pemda sebenarnya bisa mengeluarkan regulasi untuk membantu pelaku usaha kecil untuk mendapatkan pinjaman, jika usaha tersebut diupayakan untuk berkembang atau pun bertahan.
“UKM dalam situasi sekarang ini mampu menjadi penyelamat perekonomian Kepri. Karena meskipun kecil, jumlahnya yang ribuan mampu memperkuat perputaran ekonomi di dalam. Setidaknya membantu bertahan,” tutup Rudy.
Sumber: Batampos.co.id

























