Cara Praktis Melompat Ke Blue Ocean

0
462
Cara Praktis Melompat Ke Blue Ocean

Pelaku usaha selalu mengalami persaingan harga dan kualitas produk. Situasi ini mendorong pelaku usaha menjaga keberlanjutan bisnis dengan menerapkan berbagai strategi yang tepat. Muncullah berbagai teori manajemen strategic, antara lain Product/Market Growth Matrix (Ansoff, 1957), Competitive Advantage (Porter, 1985), Model Delta (Hax dan Wilde, 1999) dan Blue Ocean Strategy (Kim & Mauborgne, 2005).

 

W. Chan Kim dan Renée Mauborgne, menerbitkan buku Blue Ocean Strategy tahun 2005 dan menjadi salah satu ide bisnis paling berpengaruh saat ini. Kim dan Mauborgne pertama kali menggagas ide Blue Ocean Strategy dengan membuat tulisan di Harvard Business Review dengan judul “Value Innovation: The Strategic Logic of High Growth”.

 

Artikel ini mengulas dalam persaingan yang semakin ketat, mengapa ada perusahaan yang dapat mencapai  pertumbuhan tinggi yang berkelanjutan baik dalam pendapatan maupun laba. Sedangkan, ada juga perusahaan yang tidak berhasil mempertahankan pertumbuhannya. Studi yang dilakukan Kim dan Mauborgne menemukan perusahaan dengan pertumbuhan tinggi menggunakan pendekatan value innovation. Sedangkan para manajer dari perusahaan yang kurang berhasil semuanya berpikir dengan pendekatan conventional strategic yang fokus pada bagaimana mengalahkan pesaing. Strategi konvensional membandingkan kekuatan dan kelemahan mereka dengan pesaing mereka serta fokus menciptakan keunggulan.

 

Menurut Kim dan Renée Mauborgne untuk memenangkan persaingan bukan mengalahkan pesaing, namun membuat pesaing tidak relevan. “Instead of trying to match or beat them on cost or quality, make the other players irrelevant—by staking out new market space where competitors haven’t ventured” (Kim & Mauborgne, 1997).

 

Caranya dengan menjadi value innovator yang mampu mengenali ide-ide yang bisa membuat lompatan besar dengan memberikan value kepada pelanggan. Value innovation berawal dengan melupakan semua yang kita ketahui tentang aturan dan tradisi yang ada saat ini (Kim & Mauborgne, 1997).

 

Hal ini senada dengan yang disampaikan pak Bi, cara praktis membuat keunggulan kompetitif, yakni:  mulailah dengan produk generik dan kemudian tambahkan kata YANG dibelakang produk tersebut. Kata yang ditambahkan berupa ADD VALUE yang membuat produk kita menjadi YANG PERTAMA dan relevan dengan kebutuhan konsumen. Add value yang membuat produk kita  keluar dari Red Ocean dan beralih ke Blue Ocean. 

 

Bagi pelaku UKM yang lelah bersaing harga dan kualitas produk, ini saat yang tepat untuk berpindah dari red ocean ke blue ocean. Caranya, mulailah dengan ikut Workshop “Magnet Branding”  tanggal 27,28 Pebruari-1 Maret 2023.

 

Ini saatnya Indonesia “Membumbui Dunia dengan Brand Origin in Indonesia

Kreasi Anak Bangsa, Cita rasa untuk Dunia

Cita Rasa Dunia … Indonesia

Silahkan subcribe channel Youtube pak Subiakto di Subiakto Official untuk mendapatkan inspirasi dan insight dalam membangun bisnis yang sustainable dan profitable.

 

 

Penulis: JF Sebayang

@jfsebayang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here