Brand Ambassador: Wajah yang Bisa Menyelamatkan Brand atau Menghancurkannya

0
139
Brand Ambassador: Wajah yang Bisa Menyelamatkan Brand atau Menghancurkannya

rumahukm.com Dalam branding, brand ambassador bukan sekadar pajangan atau penanda status. Mereka adalah wajah dan energi yang pertama kali ditangkap audiens ketika mendengar sebuah brand. Figur ini menentukan kesan awal dan kesan awal sangat sulit diperbaiki ketika sudah salah.

Kevin Lane Keller menyebut ambassador sebagai pembentuk brand imagery. tidak hanya memperluas jangkauan, tetapi menanamkan siapa brand itu di mata publik. Ketika figur selaras dengan nilai, brand bisa melejit. Contohnya, BTS dan McDonald’s: bukan hanya soal menu, tetapi tentang makna “global youth culture” yang menempel.

Namun ketika figur bertolak belakang dengan value, risikonya fatal. David Aaker menegaskan bahwa brand association bisa runtuh hanya karena satu momen buruk. Pak Bi @subiakto pun mengingatkan: brand dibangun oleh persepsi berulang, namun bisa hancur oleh satu viral yang salah. Di era serba digital, kesalahan figur = reputasi akanikut jatuh.

Itulah sebabnya, memilih ambassador bukan soal siapa paling terkenal, tapi siapa yang paling tulus, relevan, dan selaras. Kadang, wajah brand terbaik bukan selebritas, tetapi founder yang berjuang, karyawan yang menghidupkan value, atau komunitas yang memakai brand setiap hari.

Jika kamu ingin memahami bagaimana memilih figur yang benar dan bagaimana branding bekerja dari fondasi makna, bukan sekadar promosi, pelajari pendekatan strategis Pak Bi melalui Kitab BBB. Pembelian bisa dilakukan sekarang juga via lynk.id/pakbi.

 

Penulis: Mayangwangi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here