Batan telah melakukan penelitian dan pemanfaatan iptek nuklir untuk pemuliaan tanaman sejak 1970-an
JAKARTA – Tenaga nuklir identik sebagai salah satu sumber penghasil energi. Atau lebih populer digunakan sebagai senjata. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa tenaga nuklir ternyata dapat bermanfaaat untuk menghasilkan varietas tanaman pangan unggul? Penelitian ini telah dilakukan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).
Beberapa minggu ini, poster tentang keberhasilan Batan dalam melakukan riset tenaga nuklir untuk hasilkan tanaman pangan unggul dapat Anda temukan di dalam rangkaian gerbong Kereta Listrik (KRL) jurusan Bogor-Jakarta. Dalam poster yang tersebar di bagian atas seluruh ruangan gerbong itu disebutkan bahwa tenaga nuklir dapat menghasilkan varietas tanaman pangan unggul, seperti padi, kedelai, sorgum, dan gandum.
“Batan telah melakukan penelitian dan pemanfaatan iptek nuklir untuk pemuliaan tanaman sejak 1970-an. Untuk tanaman padi, Batan sudah menghasilkan lebih dari 20 varietas unggul, dengan potensi panen di atas 7 ton/ha,” kata Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto, seperti dikutip laman resmi Kementerian Luar Negeri, Rabu (01/07). Ia melanjutkan, benih padi hasil penelitian Batan tersebut telah dimanfaatkan petani yang ada di hampir seluruh provinsi. Batan juga mengklaim, hasil penelitian tersebut berkontribusi sekitar 10% terhadap cadangan benih nasional.
“Batan juga mendukung dan memberikan bantuan teknis ke sejumlah usaha kecil dan menengah untuk menjadi sentra-sentra produksi benih padi unggul, yang bibit induknya diberikan Batan. Melalui hasil penelitian ini, Batan mendukung program pemerintah dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan,” ujar Djarot.
Laman resmi Batan pun telah memaparkan publikasi mengenai padi hasil penelitian Batan. Masalah semakin berkurangnya lahan sawah subur penghasil tanaman pangan menjadi latar belakang dilakukannya penelitian tersebut. Pada akhirnya, Batan melakukan berbagai uji coba pengembangan tanaman pangan, yaitu dengan melakukan rekayasa genetika pada tanaman pangan dengan mengimplementasikan teknik nuklir.
Pada 2014, Batan bahkan telah menerima penghargaan tertinggi (Outstanding Achievement Award) International Atomic Energy Association (IAEA)/FAO atas keberhasilan riset dan pemanfaatan iptek nuklir untuk pemuliaan tanaman pangan.
Lebih lanjut Djarot memaparkan, salah satu program Batan dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang pangan, kesehatan, serta sumber daya alam dan Lingkungan adalah kegiatan Pemanfaatan Hasil Litbang Iptek Nuklir (PHLIN). Program tersebut merupakan kegiatan penerapan hasil penelitian Batan berbasis iptek nuklir.
“Panen raya yang telah dilakukan di daerah-daerah baik padi, kedelai, dan ikan air tawar dan telah mencapai hasil produktivitas yang cukup besar dibanding dengan varietas lokal,” ujar Djarot.
Sumber: Jitunews.com

























