Diferensiasi Tak Hanya Diartikan “Berbeda”, Tapi..,

0
5
Diferensiasi

rumahukm.com “Brand kita harus beda.” Hampir semua orang setuju dengan kalimat itu. Tapi beda seperti apa? Karena sekarang semua brand juga ingin unik. Packaging dibuat berbeda, bahasa dibuat lebih santai, campaign dibuat lebih berani, bahkan hal-hal kecil dipoles supaya terlihat punya USP. Padahal ada satu pertanyaan yang sering terlupakan: pedulikah customer dengan perbedaan itu?

Berdasarkan yang sering dijelaskan oleh Pak Bi, diferensiasi menjadi salah satu fondasi penting agar brand punya alasan untuk dipilih. Namun perbedaan baru punya nilai ketika relevan bagi market. David Aaker membicarakan brand identity sebagai asosiasi yang ingin dibangun, sementara Marty Neumeier melihat brand sebagai gut feeling yang terbentuk di benak manusia. Jadi diferensiasi tidak berhenti pada sesuatu yang terlihat unik, namun harus terasa dan punya makna.

Diferensiasi bahkan bisa datang dari hal sederhana. Cara admin menjawab pertanyaan. Cara sebuah brand menangani komplain. Cara menjelaskan sesuatu yang rumit. Cara memperlakukan komunitas. Cara membuat customer merasa dimengerti. Tidak semuanya harus sempurna. Sesuatu yang dilakukan dengan konsisten justru bisa menjadi ciri yang jauh lebih kuat daripada campaign yang sekali viral.

Karena itu, ketika mencari USP, jangan cuma bertanya “Apa yang belum dilakukan kompetitor?” Pertanyaan yang lebih penting adalah: “Apa yang bisa jadi kita banget kepala customer?” Kompetitor mungkin bisa meniru produk, packaging, bahkan campaign. Tetapi kalau sebuah asosiasi sudah kuat melekat pada brand, menirunya tidak semudah menyalin tampilan. Di situlah diferensiasi mulai punya nilai.

 

 

Penulis: Mayangwangi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here