Jaga Kondusifitas, Ambon Semangat Datangkan Wisatawan

0
972

SLEMAN (KRjogja.com) – Pemerintah kota Ambon menggalakkan tahun kunjungan wisata, ‘Mangente Ambon 2015’ dengan mengkonsolidasikan semua potensi warga Maluku di berbagai kota di Indonesia. ‘Mangente Ambon’ sendiri merupakan upaya untuk mengundang anak daerah dan masyarakat luas untuk melihat Ambon yang kini telah menjadi kota yang kondusif, aman dan nyaman untuk ditinggali. Program tersebut dirangkai demgan berbagai acara selama setahun, dengan puncak acara di bulan September mendatang.

Hal itu yang disampaikan Wakil Walikota Ambon, MAS Latuconsina ST MT saat Sosialisasi ‘Mangente Ambon 2015, untuk Masyarakat Maluku di DIY’, di Grand Tjokro Hotel Yogyakarta, Minggu (8/3/2015). Pada kesempatan itu, hadir pula Rulien Purmiasa (Kadis Koperasi dan UKM Kota Ambon) dan Glen Engko (Ketua Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Maluku).

“Ambon memiliki dinamika tersendiri menjelang usia 440 tahun. Banyak dinamika di kota yang masih lekat diingatan kita, terutama tentang peristiwa tahun 1999. Itu merupakan sejarah kelam dan kita harus belajar dari sejarah tersebut,” ungkap Latuconsina yang akrab disapa Sam.

Diungkapkan, program ini adalah sama dengan tahun wisata kunjungan kota Ambon. Namun, sejarah Ambon yang pernah konflik membuat pemerintah memutuskan untuk mengunjungi semua provinsi di Indonesia. Tujuannya,mengkonsolidasikan semua potensi warga Maluku di kota-kota lain untuk menyampaikan program ini. Hingga nantinya, mereka bisa jadi duta di seluruh Indonesia. Mengingat bagaimanapun citra Ambon yang pernah berkonflik memiliki pengaruh besar.

“Kami ingin menyampaikan ke masyarakat bahwa Ambon sudah normal. Jika program ini berhasil, akan berimbas pada investasi. Sedangkan hingga saat ini perkembangan investor di Ambon sudah bagus. Angka kemiskinan menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami penurunan selama 3-4 tahun terakhir, dari 17% ke 4,7%. Selain itu, Ambon sekarang memiliki program prioritas yakni bersih di siang hari, Ambon terang di malam hari, tertib transportasi dan kebanjiran, kualitas penanganan pabrik dan Ambon yang partisipastif,” paparnya.

Sumber: krjogja.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here