Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, UKM Harus Miliki Label SNI

0
974

CIKOLE – Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) para Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Sukabumi diimbau memiliki label Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal itu ditegaskan oleh Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Kota Sukabumi, Cecep Mansur. Menurutnya, selain diimbau untuk berlabel SNI, UKM juga harus bisa meningkatkan dan mengembangkan usahanya.

“Produk yang dibuat para UKM, menghadapi MEA ini harus memiliki label Standar Nasional Indonesia (SNI),” ujar Cecep.

Cecep menjelaskan yang menjadi kendala para pelaku UKM yakni harus mengeluarkan anggaran yang besar untuk mendapatkan SNI. Lantaran berdasarkan informasi ntuk mendapatkan label SNI tersebut UKM harus merogoh kocek yang nilainya cukup besar, lebih kurang sekitar Rp 10 juta sampai Rp 25 juta.

“Ini yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Sukabumi, bagaimana memikirkan solusi dari permasalahan ini. Namun demikian ini sangat penting dilakukan kerena ke depan akan berdampak pada meningkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE),” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Kota Sukabumi, Ayep Supriatna mengatakn berbagai program disiapkannya saat ini salah satunya juga dalam menghadapi MEA yang tinggal hitungan hari. Dimana para pelaku UKM harus benar-benar mempersiapkan diri dalam era pasar bebas tersebut dengan baik.

“Nilai globalisasi yang terimplementasi dalam MEA ini setidaknya melihat beberapa faktor, kualitas produk, kemampuan SDM yang unggul dan profesional dan manajemen dengan standarisasi sistem yang modern,” katanya.

Untuk itu, Ayep menjelaskan perlunya sinergitas antara pelaku UKM dengan Pemerintah Kota Sukabumi dalam menghadapi pasar bebas Asia Tenggara tersebut. Sisi positifnya, terbentuknya pasar produk-produk ekspor di Asean, kemudahan mengakses modal investasi, kemudian memperloleh barang dan jasa dari luar negeri beserta meningkatnya dunia pariwisata.

“Jika tidak disikapi, bisa terjadi hilangnya pasar produk ekspor karena kalah bersaing, pasar dibanjiri produk luar serta masuknya SDM yang handal,” pungkasnya.

Sumber: pojoksatu.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here