Hari Batik Nasional: Lestarikan Batik Indonesia, Yuk!

0
1363

Pada 2 Oktober 2009, Badan PBB untuk kebudayaan UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Sebagai wujud apresiasi atas pengakuan dunia terhadap batik, sejak momen itulah kita memperingatinya sebagai Hari Batik Nasional. Hari ini, Jumat 2 Oktober 2015, adalah tahun ke-7 Hari Batik Nasional dirayakan di Indonesia.

Masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan memakai batik hari ini sebagai wujud kecintaan dan kebanggaan terhadap warisan leluhur.

Dalam situs resmi UNESCO, dituliskan bahwa batik Indonesia memiliki banyak simbol yang erat hubungannya dengan status sosial masyarakatnya, kebudayaan lokal, serta alam dan sejarah. Batik lebih dari sekadar bahan untuk memenuhi kebutuhan sandang—batik adalah bagian dari identitas bangsa Indonesia. Kekayaan budaya Bangsa Indonesia mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisional dengan cirinya sendiri

Batik tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Fungsinya bermacam-macam; dari menggendong anak, hantaran pernikahan, dikenakan dalam acara resmi, dan lain sebagainya. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki batik dengan ciri khas masing-masing. Beberapa daerah terkenal akan kemasyhuran batiknya antara lain Batik Cirebon, Batik Pekalongan, Batik Lasem dan Batik Solo. Bahkan ada beberapa daerah yang juga mempunyai batik yang tidak kalah cantiknya, seperti Batik Cianjur, Batik Tuban dan Batik Madura.

Menurut sejarah, asal-usul batik bermula sekitar abad ke-17 yang dilukis di atas daun lontar. Pada masa itu, motif batik kebanyakan berupa bentuk binatang dan tanaman. Seiring perkembangan jaman dan percampuran budaya, motif batik semakin kaya; ada motif abstrak seperti awan, relief candi, wayang, dan hewan mitologi.

Batik yang ada di Pulau Jawa sejatinya dibagi menjadi dua jenis yaitu Batik Pedalaman dan Batik Pesisir. Batik Pedalaman biasanya menggunakan warna-warna tanah seperti coklat, hitam, dan putih seperti yang dapat kita lihat di Batik Pekalongan, Batik Solo dan Batik Yogyakarta.

Karena letaknya yang strategis, beberapa daerah yang terletak di pinggir laut kerap disinggahi pedagang dari seluruh dunia. Batiknya lebih kaya warna dengan motif-motif yang menjadi khas daerahnya, sebut saja Batik Lasem dan Batik Cirebon yang sedikit banyak mendapat pengaruh budaya Tiongkok. Percampuran budaya tersebut dapat dilihat dari warna-warna cerah antara lain merah-biru-hijau dan motif-motif seperti liong (naga) maupun burung hong (phoenix).

Sejarah pembatikan di Indonesia berhubungan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.

Awalnya batik dikerjakan terbatas di dalam lingkungan keraton saja. Hasilnya digunakan untuk pakaian raja dan keluarga beserta para petinggi keraton. Namun, lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang.

Meluasnya kesenian batik menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa adalah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan semuanya berupa batik tulis sampai awal abad ke-XX. Sedangkan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920.

Dengan kekayaan jenis serta sejarah yang melatarbelakanginya, batik adalah warisan budaya bangsa Indonesia yang wajib kita jaga kelestariannya. Salah satunya adalah menggunakan batik dalam berbagai kesempatan, namun kita juga harus menyesuaikan momen dengan motif yang kita kenakan. Tidak hanya itu, cara lain untuk melestarikan batik adalah teliti baik-baik asal-usul kain yang kita beli. Jangan sampai terjebak dengan batik printing yang diimpor dari luar negeri, dengan membelinya berarti kita tidak menghargai para pengrajin batik yang menghabiskan waktu dan tenaga yang pastinya tidak kecil.

 

Beberapa artikel mengenai batik yang pernah dimuat di RumahUKM.com:

Mengenal Batik Indonesia: Batik Betawi

Mengenal Batik Indonesia: Batik Cianjur

Mengenal Batik Indonesia: Batik Cirebon

Mengenal Batik Indonesia: Batik Lasem

Mengenal Batik Indonesia: Batik Tuban

 

Sumber:

http://news.liputan6.com/read/2330816/hari-batik-nasional-saat-warisan-indonesia-diakui-dunia

http://www.bintang.com/lifestyle/read/2330364/selamat-hari-batik-nasional-2015

http://www.beranda.co.id/selamat-hari-batik-nasional-yuk-intip-sejarah-batik-indonesia-yang-kini-telah-mendunia/29817/

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here