Ngopi ala Berbagai Daerah di Indonesia

0
1298
Penyajian Kopi Kawa Daun (sumber: igneous @ kaskus.co.id)

Kopi Tubruk memang identik dengan ngopi khas Indonesia. Namun, beberapa daerah di Indonesia punya caranya sendiri lho, dalam mengolah kopi.

Kopi Arang

kopi joss
Kopi Joss Arang dari Angkringan Lik Man (sumber: http://jagat-resep.blogspot.com)

Kalau kita biasanya mencampur kopi dengan gula atau susu, kalau yang ini juga dicampur arang! Pak Man sudah membuat Kopi Joss sejak tahun 1960-an. Seperti layaknya racikan kopi tubruk, ia mencampur bubuk kopi dengan empat sendok gula, dilanjutkan dengan menuang air panas dari ketel besi dan diikuti dengan memasukkan bahan utama, yaitu arang yang masih menyala dari api kompor.

Arang membantu menetralisasi asam lambung dan sudah lama menjadi obat bagi masalah gas dan kembung. Kini tablet arang dijual di apotek, namun 50 tahun yang lalu kopi arang menjadi penawar masalah perut kembung. Meski beberapa peramu kopi arang bilang minuman ini membangkitkan stamina, kopi arang mendapatkan popularitas lebih karena keunikannya. Sebagai minuman pilihan, orang sering memilih teh atau tape, fermentasi dari singkong.

Kini meski usianya sudah menginjak 80 tahun, Pak Man kadang-kadang tetap muncul di warung kopinya untuk merebus air di ketel dan mengajak ngobrol pelanggan. Jika dia tidak ada, beberapa pria muda bertugas sebagai pelayan dan Pak Alex akan menggantikan Pak Man meracik kopi. Warung kopi itu sendiri terbuat dari kumpulan tenda dan potongan kayu yang disusun menjadi bangku panjang. Kompor di warung itu terletak di dapur temporer yang tersambung ke tiang bambu. Sesudah warung tutup, Pak Alex akan membawa pulang tiang itu.

Angkringan Lik Man

Jl. Wongsodirjan (sisi utara Stasiun Tugu Yogyakarta)

Buka: mulai pukul 16.00 setiap hari.

Kopi Cacing

Pak Brewok sedang beraksi (sumber: viva.co.id)
Pak Brewok sedang beraksi (sumber: viva.co.id)

Bagi sebagian orang, cacing yang biasa digunakan sebagai umpan memancing dianggap menjijikkan. Namun, cacing juga bisa digunakan untuk menjaga day tahan tubuh. Setidaknya itu yang dibuktikan oleh Pak Brewok, penjaja Kopi Cacing di Lamongan, Jawa Timur.

Beliau mengaku terinspirasi dari pengamatannya terhadap itik dan ayam yang ada di sekitarnya. Itik relatif lebih tahan penyakit daripada ayam. Setelah diamati, ternyata itik lebih sering memakan cacing daripada ayam. Hasil pengamatannya pun ia coba dengan memakan cacing mentah. Sejak itu ia merasa bugar meskipun sudah berusia senja.

Cacing yang digunakan adalah cacing banyak dijumpai di pekarangan rumah. Sebelum digunakan sebagai campuran racikan kopi, cacing harus diolah terlebih dahulu. Pertama-tama, cacing dicuci hingga bersih. Kemudian, cacing dipanggang sampai berwarna kehitaman atau gosong dan dipastikan sudah tidak hidup serta mengering. Ini dimaksudkan agar cacing mudah untuk ditumbuk menjadi bubuk. Bubuk cacing inilah yang digunakan sebagai campuran Kopi Cacing. Pak Brewok tidak lupa menambahkan bahan lain seperti jahe dan susu agar rasa cacing tidak terlalu kentara.

Meskipun dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit, Kopi Cacing tetap di patok dengan harga cukup murah oleh Pak Brewok, yaitu Rp 3.000,00 per gelas. Hanya dari kedai kopi berluas 3×4 meter dan terbuat dari kayu, setiap hari kedai kopi ini ramai dikunjungi oleh para pelanggan yang ingin membuktikan khasiat Kopi Cacing.

Kopi Cacing Pak Brewok

Jl. Pahlawan, Kelurahan Tumenggung Baru, Kecamatan Kota, Lamongan, Jawa Timur.

 

Kopi Walik

Ilustrasi Kopi Walik (Sumber: kompasiana.com)
Ilustrasi Kopi Walik (Sumber: kompasiana.com)

Kalau jalan-jalan ke Surabaya, kita bisa mencoba cara minum kopi yang unik. Namanya Kopi Walik. Berasal dari daerah Pesisir Utara, kopi ini banyak diburu para pecandu kopi yang menginginkan cara minum kopi yang tidak biasa. Konon sejarahnya berasal dari bubuk kopi yang tidak mau larut dalam air, sehingga minum kopi harus dengan gelas terbalik.

Untuk menikmati Kopi Walik memang susah-susah gampang. Mula-mula kita harus memegang piring atau tatakan yang digunakan sebagai alas. Tangan satu membuka gelas yang terbalik di atasnya, perlahan sampai air kopi keluar sedikit demi sedikit di ke bibir tatakan. Disinilah letak sensasi dan nikmatnya dari Kopi Walik. Bagi kita yang baru pertama kali mencoba mencicipinya, mungkin akan kesulitan karena kopi bisa tumpah kemana-mana. Sedangkan bagi mereka yang terbiasa, pasti dengan terampil dapat menyeruput nikmatnya air kopi ini.

Untuk racikan kopinya, Kopi Walik dibuat sederhana karena yang ditonjolkan adalah cara minum kopinya. Hanya bubuk kopi yang diseduh dengan air panas, persis seperti Kopi Tubruk yang sudah kita kenal selama ini. Namun, di beberapa tempat, sang pembeli bisa memesan Kopi Walik dengan campuran bahan herbal lain seperti kedelai hitam, temulawak dan bahan lain.

Kopi Walik dapat ditemukan di:

Ria Indonesian Restaurant

Jl. Kombes Pol. M. Duryat No. 7, Surabaya.

 

Kopi Kawa Daun

Kawa-Daun-683x390
Penyajian Kopi Kawa Daun (sumber: ranahberita.com)

Kopi juga bisa dibuat dari daunnya. Tidak percaya? Kopi Kawa Daun dari Sumatera Barat tidak dibuat dari biji kopi, melainkan dari daun kopi muda. Cara penyajian kopi nya pun cukup menarik, yaitu menggunakan gelas berbahan batok kelapa yang dialasi dengan bambu.

Cara pembuatannya daun kopi yang telah dipetik akan disangrai hingga kering dan berwarna coklat kehitaman. Kemudian, daun kopi direbus selama berjam-jam dengan cara tradisional menggunakan tungku kayu bakar.

Bagi mereka yang sudah mencobanya, Kawa Daun memiliki rasa yang lebih mirip dengan teh dibandingkan kopi. Aromanya khas dan rasa pekatnya menempel lama di lidah. Lainnya menganggap rasa Kopi Kawa Daun hampir mirip dengan sari kacang hijau. Kita dapat menikmati Kopi Kawa Daun dengan harga mulai Rp 3.000,00 hingga Rp 7.000,00 per batok kelapanya. Namun, harga sangat tergantung pada racikan apa yang kita inginkan; Susu, ditambah es, ataupun ditambah telur.

Sekarang ini, sudah banyak kedai-kedai penjaja Kopi Kawa Daun di Sumatera. Tidak hanya di Kabupaten Tanah Datar, tapi juga di Bukit Tinggi hingga Kota Padang. Biasanya kedai-kedai tersebut ada di pinggir jalan dan beratap rumbia. Mereka sengaja menarik para pengendara ataupun para wisatawan yang datang ke Sumatera.

Dengan harga terjangkau dan relatif murah, kita bisa menikmati cara penyajian Kopi Kawa Daun yang unik ini sambil memandangi keindahan suasana pedesaan daerah Sumatera. Sebagai padanannya, kedai-kedai tersebut biasanya juga menyajikan aneka gorengan sebagai teman minum Kopi Kawa Daun. 

Kini, Kopi Kawa Daun dapat ditemukan di berbagai rumah makan atau restoran di Sumatera Barat.

 

Kopi Tarik

Proses pembuatan Kopi Tarik (sumber:
Proses pembuatan Kopi Tarik (sumber: http://www.maharajacoffee.com)

Jika berkunjung ke kedai-kedai yang menjajakan Kopi Tarik Medan, kita akan disuguhi oleh atraksi barista atau pembuat kopi yang menarik. Mereka menggunakan dua buah cangkir berbahan alumunium dan tanpa pengaduk seperti sendok ataupun spatula.

Cara mencampurnya, kopi akan dipindah dari cangkir satu ke cangkir lainnya. Cangkir pertama diisi dengan air kopi dan cangkir kedua diisi susu. Kopi kemudian akan dituang ke cangkir kedua yang berisi susu. Lalu kopi dan susu terus dipindah bergantian dari satu cangkir ke cangkir lainnya kurang lebih sebanyak enam kali, atau sampai kedua racikan tercampur dengan sempurna.

Jika diamati, sang barista tampak seperti sedang menarik tali, bukan kopi dan susu. Ternyata, tidak sembarang orang bisa membuat Kopi Tarik Medan karena tidak mudah dilakukan dan perlu kemampuan khusus. Jika dilakukan sembarangan, kedua racikan pasti akan tumpah baik ke lantai ataupun baju.

Kopi Tarik Medan dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau. Dengan Rp 8.000,- sampai Rp 12.000,-, kita sudah bisa menikmati racikan kopi yang rasanya hampir mirip dengan Kopi Tarik khas Malaysia dan Singapura. Untuk teman minum yang khas, biasanya kedai kopi juga akan menjajakan cemilan khas semenanjung Malaya, yaitu roti bakar dengan selai srikaya.

Kopi Tarik khas Medan bisa ditemukan di:

Coffee Box

Sun Plaza Medan, Jl. Haji Zainul Arifin

Lt. 4 blok 42-34 dan 29-30

Kedai Kopi Ong

Jl. Kapten Muslim No. 6 A Medan
Jl. Dr. Mansyur No. 39 Medan

Kopi Aceh

DSC_0483
Pembuatan Kopi Solong (sumber: http://bebaskanpikir.blogspot.com)

Bagi warga Aceh, mengunjungi kedai kopi adalah bagian dari rutinitas. Di kedai kopi, warga Aceh menikmati kopi sambil menjalin sosialisasi dan silaturahmi. Tak heran bila kita akan menemukan banyak kedai kopi yang bertebaran di pinggir jalan kota-kota di Aceh.

Ada beberapa wilayah di Aceh yang terkenal dengan kopinya yaitu daerah kopi Gayo, kopi Lamno dan Ulee Kareng. Di Ulee Kareeng ini kita akan temui beberapa kedai kopi, salah satunya yang terkenal adalah kedai kopi Solong Ulee Kareng. Kedai kopi ini buka setiap hari pada pukul 06.30 sampai 22.30 WIB. Menurut pemilik kedai kopi ini, sehari bisa menghabiskan 3000 gelas kopi.

Keunikan kedai kopi di Aceh adalah cara penyajian kopinya yang khas. Di sini kita akan melihat para “Barista” membuat kopi dengan menggunakan saringan yang terbuat dari kain menyaring seduhan air kopi dan air mendidih secara berulang ulang. Kopi lalu dituangkan dari satu ceret ke ceret lainnya. Walaupun dengan kondisi yang sederhana, setiap harinya kedai kopi Solong Ulee Kareng ramai oleh penduduk lokal maupun turis lokal dan mancanegara yang ingin merasakan kopi Aceh langsung di tempat asalnya.

Kedai kopi milik keluarga Nawawi yang berdiri sejak 1974 ini menyajikan kopi hitam manis sebagai minuman andalan. Kemudian, ada sanger yang merupakan paduan kopi dengan sedikit susu dan gula. Sanger bisa dijadikan pilihan bagi mereka yang tidak menyukai kopi pahit. Untuk pengunjung yang tidak menyukai kopi, dapat memesan teh manis hangat, teh telur, ataupun teh tarik.

Kedai Solong

Teuku Iskandar Nomor 13-14, Ulee Kareng.

Sumber:

http://www.kopistory.com/coffee-beans/kopi-joss-kopi-arang-dari-yogyakarta

http://www.waktunyakapalapi.com/wikopidia/1001-coffee/detail/28/Jangan-Asing-Dengan-Kopi-Cacing

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/223271-kopi-cacing-pak-brewok-yang-dicari

http://www.waktunyakapalapi.com/wikopidia/1001-coffee/detail/20/Kopi-Walik-Sensasi-Minum-Kopi-Dari-Gelas-Terbalik

http://www.waktunyakapalapi.com/wikopidia/1001-coffee/detail/26/Menikmati-Sensasi-Atraksi-Citarasa-Kopi-Tarik

http://pamungkaz.net/menikmati-kopi-aceh-di-ulee-kareng/

http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/kuliner/14/01/15/mzg2sc-menyesap-kopi-di-ulee-kareng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here