Peluang Besar Terbuka untuk Investasi Pangan dan Pertanian di Negara Mayoritas Muslim

0
689

Pangan dan pertanian merupakan sektor terbesar kedua setelah energi bagi gabungan negara Organization of Islamic Cooperation (OIC). Adanya peningkatan jumlah penduduk dan ekspansi perusahaan domestik, pasar muslim menjadi pasar utama yang tumbuh untuk pangan dan pertanian global.

Salah satu sesi Business Forum (01/04) World Halal Summit (WHS) 2015 Malaysia mendiskusikan peluang investasi pangan dan pertanian di negara OIC. Pembicara membahas kesempatan besar dan beragamnya pasar OIC.

Rafi-uddin Shikoh, CEO DinarStandard, menyebut tiga kunci pemicu terbukanya kesempatan bagi sektor pangan dan pertanian di negara OIC. Diantaranya adalah ketersediaan institusi keuangan syariah, umumnya gaya hidup muslim dan perdagangan antar negara OIC.

Zafar Khotamov, senior management strategy specialist di Islamic Development Bank (IDB) Jeddah, mengatakan kurangnya peluang finansial untuk UKM di negara OIC bisa menutupi kemajuan tersebut. Ini membatasi kesempatan bagi usaha individu masuk dalam bisnis dan menghasilkan produk halal.

Dengan adanya hubungan sinergi antara bisnis di negara muslim dan keuangan syariah membuat produsen makanan bisa mendapatkan dana untuk tumbuh sekaligus melakukan produksi. Hal ini bisa mengurangi ketergantungan pada produk impor dari negara non muslim dan meningkatkan ekonomi lokal. Sebab negara OIC kini masih menjadi pengimpor produk makanan.

Masalah lainnya terkait keamanan pangan yang dibicarakan dalam diskusi adalah kurangnya lahan irigasi diantara negara OIC. Banyak negara OIC, terutama wilayah Afrika Utara, Afrika Sub-Sahara, dan Timur Tengah memiliki keadaan alam yang kering.

Untuk itu rancangan infrastruktur perlu dibuat agar bisa meningkatkan irigasi dan ketersediaan lahan pertanian. Hal tersebut dapat menambah hasil pertanian dan memperbaiki keamanan pangan jangka panjang.

Sumber: Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here